Pos Polisi di Pontianak Dibakar, Wali Kota: Warga Jangan Terpancing

Oleh: Alexander Haryanto - 22 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ratusan aparat kepolisian dan TNI membubarkan massa aksi yang memblokir sejumlah ruas jalan di Pontianak.
tirto.id - Sejumlah orang tidak dikenal membakar Pos Polisi Lalu Lintas di Perempatan Jalan Tanjung Raya, Pontianak, Rabu (22/5/2019). Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalimantan Barat AKBP Donny Charles

“Ada pos polisi yang terbakar,” kata Donny ketika dikonfirmasi Tirto.

Donny menjelaskan, saat ini polisi masih mendalami pihak-pihak yang membakar pos tersebut. “Kami sedang dalami,” kata dia.

Donny juga telah meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang terjadi di Jakarta, apalagi yang belum tentu benar.

Menurut dia, saat ini aparat Polda Kalbar dan TNI sudah berjaga di perempatan Jalan Tanjungpura, Pahlawan dan Imam Bonjol menuju arah Jembatan Kapuas I dan Landak.

Ia mengatakan, polisi sudah melakukan pengalihan arus guna mengantisipasi kemacetan, serta hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sejumlah fasilitas umum ikut rusak seperti lampu jalan, kamera pengawas atau CCTV, pot bunga dan berbagai fasilitas umum lainnya.


"Bahkan pos polisi juga ikut dibakar, saya imbau berbagai fasilitas umum itu tidak dirusak, karena itu dibangun juga menggunakan uang rakyat," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, seperti dilansir Antara.

Ia mengimbau masyarakat di Pontianak agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar. Ia juga meminta agar percaya kepada aparat keamanan untuk menyelesaikannya.

"Kami berharap permasalahan itu segera selesai, sehingga semua masyarakat bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa," kata dia.

Edi tidak masalah dengan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, tetapi harus sesuai prosedur dan tidak merusak fasilitas umum.

"Untuk sementara akses menuju ke Jembatan Kapuas I ditutup atau arus lalu lintas dialihkan ke kawasan lainnya, bahkan angkutan berat dihentikan dulu agar tidak menimbulkan kemacetan," ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan aparat kepolisian dan TNI membubarkan massa yang turun memblokir sejumlah ruas jalan.


Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH