Polusi DKI Terburuk, Anies Minta Daerah Penyangga Kurangi Emisi

Reporter: Riyan Setiawan - 22 Jun 2022 14:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Anies, terdapat sejumlah pihak yang menyumbang emisi dan mengakibatkan polusi udara, seperti industri, pembangkit energi, hingga kendaraan bermotor.
tirto.id - Gubernur DKI, Anies Baswedan meminta kepada daerah penyangga Jakarta untuk mengurangi emisi yang menyebabkan polusi udara masuk ke Ibu Kota. Hal tersebut menanggapi Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dalam beberapa hari terakhir.

"Uji emisi, sambil pada saat yang sama kita berharap kawasan sekitar Jakarta itu ikut mengurangi," kata Anies usai memimpin upacara HUT ke-495 DKI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, polusi udara tidak ada pembatasan administrasinya. Polusi udara sendiri dapat dihasilkan dari dalam kota maupun pergerakan dari wilayah lainnya yang masuk ke dalam kota.

"Karena ketika terjadi polusi udara di tempat manapun, Jakarta sebagaimana juga kalau ada polusi akan terbawa keluar," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menuturkan, terdapat sejumlah pihak yang menyumbang emisi yang mengakibatkan polusi udara, seperti industri, pembangkit energi, hingga kendaraan bermotor.

Anies pun meminta Pemda penyangga untuk berani menindak perusahaan yang melakukan pencemaran udara. Anies mencontohkan Pemprov DKI memberikan sanksi hingga mencabut izin usaha PT Karya Cipta Nusantara (KCN) karena telah mencemari udara dengan debu batubara kepada warga Rusunawa Marunda, Jakarta Utara.

"Kami berharap di wilayah lain jika ada peristiwa pelanggaran, ditindak juga sama ketika kita menindak perusahan di Marunda yang menimbulkan polusi yang berdampak ke kesehatan masyarakat. Langsung berkirim surat dan hentikan," pungkasnya.

Lebih lanjut, kata dia, upaya mengurangi emisi ini bukan hanya tugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, melainkan juga Pemerintah Daerah (Pemda) penyangga dan masyarakat.

"Jadi pemerintah ada kebijakannya, dan dari sisi masyarakat kami berharap, yok sama-sama manfaatkan transportasi umum dan berharap memantau sumber-sumber polusi di sekitar Jabodetabek yang memiliki dampak kualitas udara di Jakarta," tuturnya.

Kualitas udara Jakarta tercatat sebagai yang terburuk di dunia pada Selasa (21/6/2022) pagi. Hal tersebut diketahui dari Lembaga data kualitas udara, IQ Air yang menempatkan polusi udara Jakarta pada posisi pertama terburuk di dunia.

Lembaga data kualitas udara, IQ Air melalui laman resmi di Jakarta mencatat kualitas udara di DKI pada pukul 08.52 WIB mencapai indeks 158.

Adapun indeks kualitas udara berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 merupakan kategori udara yang tidak sehat.



Baca juga artikel terkait POLUSI UDARA JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight