Menuju konten utama

Polri: Pelaku Ada yang Sebar Hoaks Penculikan & Penghinaan Ulama

Polri mengelompokkan para aktor penyebar hoaks menjadi dua yakni penyebar isu penculikan pemuka agama dan penghinaan terhadap tokoh agama.

Polri: Pelaku Ada yang Sebar Hoaks Penculikan & Penghinaan Ulama
Ilustrasi. Seorang warga berada dalam jeruji saat deklarasi masyarakat anti hoax di Alun-Alun Jember, Jawa Timur, Minggu (29/10/2017). ANTARA FOTO/Seno

tirto.id - Para aktor atau pelaku 'penggoreng' berita hoaks penyerangan terhadap pemuka agama di media sosial (medsos) dikelompokkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Pengelompokkannya menjadi dua. Pertama, ada yang mencuatkan hoaks penculikan ulama, guru mengaji, dan muadzin. Kedua, ada yang melakukan penghinaan terhadap tokoh agama," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Menurut dia, sejak Januari hingga Februari 2018, ada sebanyak 26 pelaku penyebar hoaks yang ditangkap polisi.

Isu tersebut sengaja digencarkan oleh para buzzer di medsos untuk membuat seolah-olah kondisi keamanan negara terlihat sedang genting.

"Hasil penyelidikan menemukan fakta bahwa itu semua hoaks. Tujuan hoaks itu menggiring opini masyarakat bahwa negara seolah-olah sedang dalam situasi bahaya," katanya.

Pihaknya meminta masyarakat cerdas dalam menggunakan media sosial dengan tidak langsung mempercayai postingan ujaran kebencian yang banyak tersebar di medsos.

"Masyarakat jangan mau diprovokasi, lalu memprovokasi ulang dengan menyebarkan kabar hoaks seperti itu," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri juga telah berhasil mengantongi identitas sejumlah akun penyebar kabar bohong mengenai kekerasan terhadap sejumlah pemuka agama.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menjelaskan, penyebaran kabar bohong mengenai kekerasan terhadap pemuka agama dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

"Misalnya saja dari media sosial, diketahui ada puluhan ribu artikel membahas permasalahan penyerangan ustadz, ulama dan tokoh agama. Lalu para aktor itu mengkaitkannya dengan isu kebangkitan PKI," katanya.

Baca juga artikel terkait HOAX

tirto.id - Hukum
Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo