Polri Kerahkan 50 Penyelam & Pendeteksi Kotak Hitam Sriwijaya Air

Oleh: Adi Briantika - 10 Januari 2021
Puluhan penyelam itu terdiri dari personel Ditpolair Baharkam, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Brimob.
tirto.id - Ditpolairud Baharkam Polri mengerahkan 8 kapal patroli dan 4 helikopter, serta 3 kapal Polairud Polda Metro Jaya untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Kepolisian juga memakai alat yang bisa mendeteksi kotak hitam pesawat.

"Kami membawa dua set vinger locater, alat untuk mencari black box dan 50 penyelam," ujar Dirpolair Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih, di dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).

Puluhan penyelam itu terdiri dari personel Ditpolair Baharkam, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Brimob.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1//2020) pukul 14.40 WIB. Pesawat itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Proses pencarian dilakukan bersama Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Baca juga artikel terkait SRIWIJAYA AIR JATUH atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight