Menuju konten utama

Polisi Sebut MIT Ancam Masyarakat jika Beri Tahu Keberadaan Mereka

Satgas pernah mendatangi masyarakat untuk menanyakan soal keberadaan MIT, namun masyarakat diancam MIT.

Polisi Sebut MIT Ancam Masyarakat jika Beri Tahu Keberadaan Mereka
Mantan Kepala Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail melakukan salam komando dengan Kepala Korps Brimob yang baru Brigjen Pol Rudy Sufahriadi usai upacara serah terima jabatan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/1/2018). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

tirto.id - Polisi menyebut kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) mengancam penduduk setempat jika memberitahukan keberadaan mereka ke Satgas Tinombala.

Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan satgas pernah mendatangi masyarakat untuk menanyakan soal keberadaan kelompok tersebut pada 2016.

“Kami datangi tapi tidak memberikan [informasi] apapun, mereka diancam. Masyarakat khawatir dengan ancaman itu,” kata Rudy di Mabes Polri, Senin (4/3/2019).

Selain berupaya mendapatkan informasi, lanjut dia, satgas juga melacak keberadaan kelompok pimpinan Ali Kalora itu menggunakan teknologi. Keberadaan MIT di daerah pegunungan yang juga sebagai tempat masyarakat berkebun, tidak dijaga oleh satgas sehingga mengalirlah ancaman itu.

“Karena satgas tidak semua ada di lokasi berkebun itu, kami tidak bisa menjaga masyarakat. Jadi masyarakat ragu-ragu memberikan informasi,” kata Rudy.

Ia melanjutkan pihaknya memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa satgas serius mengejar dan menangkap MIT serta percaya bahwa satgas melindungi rakyat.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan soal keberadaan MIT dan kalau ada kelompok tersebut sebaiknya menghindar.

Satgas Tinombala baku tembak dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), kemarin sekitar pukul 17.15 WITA. Satu orang buron atas nama Basir alias Ramzi tewas dalam peristiwa tersebut.

Pada peristiwa itu tim juga meringkus Adtya alias Idad alias Kuasa, anggota MIT yang berasal dari Ambon. Rudy menyatakan kontak tembak kemarin merupakan tindak lanjut dari ultimatum satgas yang tidak diindahkan para DPO.

Sejak Desember 2018 hingga Januari 2019, satgas secara persuasif meminta para anggota MIT menyerahkan diri.

“Setelah ultimatum tidak diindahkan, satgas melakukan pengejaran secara sistematis dan masif," katanya.

Baca juga artikel terkait TINOMBALA atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Irwan Syambudi