Menuju konten utama

Polisi: Lemparan Botol Picu Ricuh Demo GMBI di Pemkot Bekasi

Bentrokan melibatkan masssa GMBI, gabungan ormas, dan Satpol PP.

Polisi: Lemparan Botol Picu Ricuh Demo GMBI di Pemkot Bekasi
Polisi berpakaian sipil mengamankan seorang anggota ormas yang terlibat bentrok di Jalan Raya Kalimalang, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017). ANTARA FOTO/Risky Andrianto

tirto.id -

Unjuk rasa ratusan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ricuh. Sebanyak 20 orang mengalami luka akibat kericuhan itu. Massa GMBI Distrik Kota Bekasi memulai demonstrasi pada pukul 09.45. Massa pimpinan Abah Zakaria ini diperkirakan berjumlah lebih 200 orang. Massa datang menggunakan beberapa moda, setidaknya 1 mobil komando jenis pick up, 70 kendaraan roda empat, dan 150 sepeda motor.

Kerusuhan dimulai sejak pukul 10.00. Saat itu GMBI sedang menyampaikan orasi namun tiba-tiba ada lemparan botol dari dalam kantor Pemerintah Kota Bekasi. Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan lemparan botol berasal dari kerumunan massa ormas dan Satpol PP yang tidak terima dengan orasi GMBI.

"Selanjutnya terjadi saling melempar antara massa GMBI dengan ormas gabungan, sehingga bentrok tidak terhindari,"

kata Erna saat dikonfirmasi Tirto, Kamis (25/1) .

Bentrokan terjadi selama 30 menit. Selain menyebahkan puluhan orang luka bentrokan juga membuat sejumlah kendaraan di sekitar rusak karena lemparan batu. "Kendaraan yang rusak di lokasi ada 3 mobil dan 3 motor. Situasi saat ini sudah mulai kondusif dan massa masih di lokasi," kata Erni.

Erni menyampaikan dari pihak GMBI ada 18 orang terluka di bagian kepala, kuping, dahi, dan pinggang. Sebagian sudah dibawa ke RSUD Bekasi. Sedangkan dari pihak Satpol PP ada dua orang yang terluka di bagian kepala bagian belakang dan luka di bagian dada sebelah kiri.

"Petugas juga masih berjaga di sekitaran lokasi," kata Erni.

Baca juga artikel terkait BENTROK ORMAS atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Jay Akbar