Polisi Diminta Tak Memihak Saat Selidiki Tabloid Indonesia Barokah

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 27 Januari 2019
Tabloid Indonesia Barokah agar tak dibakar dahulu, karena bisa menjadi barang bukti untuk penyelidikan polisi.
tirto.id - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon meminta agar kasus keberadaan tabloid Indonesia Barokah segera diusut dengan tuntas dan jangan dibakar terlebih dahulu, karena penting untuk menjadi barang bukti.

"Saya kira bagus sarannya Pak JK [Jusuf Kalla], menyarankan untuk membakar tabloid Indonesia Barokah. Tapi sebelum dibakar, sebaiknya dilaporkan dulu sebagai alat bukti gitu ya, alat bukti bahwa ada penyebaran hoaks seperti ini di banyak tempat," kata Fadli saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Menurut Fadli, ini harus segera diusut karena merugikan sitem demokrasi dan juga dunia pers, karena telah melanggar kaidah kode etik jurnalistik.


"Saya kira jangan diskriminatif, termasuk pernyataan-pernyataan pihak kepolisian kan ada kecenderungan membela. Ini kan merugikan pihak kepolisian sendiri, mbok ya netral dulu liat dan selidiki," kata Fadli.

Tabloid Indonesia Barokah tertulis terbit pada Desember 2018, tapi memang baru ramai dibicarakan Selasa (22/1/2019) lalu.

Tabloid itu mengusung tajuk berjudul “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?” dengan semua huruf kapital. Gambar di halaman depan menampilkan karikatur orang memakai sorban dan memainkan dua wayang.

Isi laporan itu adalah soal tuduhan bahwa Prabowo terlibat, atau minimal punya kepentingan besar di balik Reuni 212. Ini ditunjukkan ketika ia marah-marah ke media yang dianggap mengecilkan jumlah massa yang mengikuti acara.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Politik)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Zakki Amali