Polisi Beri 18 Ormas di Tanah Abang Rompi Awasi Protokol COVID-19

Oleh: Gilang Ramadhan - 14 September 2020
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menggandeng ormas untuk mengawasi protokol kesehatan di masyarakat.
tirto.id - Sebanyak 18 organisasi kemasyarakatan (ormas) serta komunitas di Tanah Abang menerima rompi untuk digunakan dalam rangka pengawasan dan pendisiplinan protokol kesehatan.

Rompi itu diberikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di halaman Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Langkah itu diambil mengingat angka kasus COVID-19 yang terus naik setiap harinya di Ibu Kota Jakarta. Polda Metro Jaya menilai perlu ada inovasi pengawasan protokol kesehatan ang juga melibatkan masyarakat.

"Ini inovasi dari kami terkait penerapan pendisiplinan dan pengawasan protokol kesehatan berbasis komunitas," kata Nana.

Meski gerakan itu baru diluncurkan di Tanah Abang, nantinya pelibatan ormas dalam pengawasan protokol kesehatan akan diterapkan di seluruh wilayah yang berada di bawah naungan Polda Metro Jaya.

"Nanti dari setiap komunitas kita akan tunjuk beberapa orang. Yang ditunjuk akan melakukan pengawasan dan pendisiplinan terkait protokol kesehatan. Tapi sebelumnya tentu akan diberi pelatihan," ujar Nana.

Nana memberikan rompi berwarna kuning kepada lima orang perwakilan ormas di Tanah Abang.

Dalam acara itu, hadir juga Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jayakarta Mayor Jendral (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman, tokoh masyarakat sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI Lulung Lunggana, tokoh pemuda Tanah Abang Heru Nuryaman serta Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara.

Di belakang rompi kuning itu tertulis "Penegak Disiplin Protokol Kesehatan COVID-19". Sedangkan di bagian depan rompi itu terdapat lambang Polda Metro Jaya dan Komando Daerah Militer Jayakarta.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman berharap ormas yang terlibat dalam pendisiplinan protokol kesehatan di masa pandemi dengan pendekatan humanis.

"Bagi yang melakukan pendisiplinan ini tolong diwaspadai ketika berinteraksi dengan masyarakat agar betul-betul dilakukan dengan cara yang humanis dan persuasif," kata Dudung.


Baca juga artikel terkait PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Hukum)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight