Polemik Trump Sebelum Terinfeksi COVID-19 & Dampak Bagi Pilpres AS

Oleh: Zakki Amali - 3 Oktober 2020
Dibaca Normal 2 menit
Selama wabah Doland Trump meremehkan virus kendati negaranya jadi yang tertinggi kasus Corona di dunia.
tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump terinfeksi virus SARS-CoV-2 pada Jumat (2/10/2020). Dalam akun sosial media, Trump menyebutkan harus menjalani isolasi mandiri di Gedung Putih selama keduanya positif.

Pengumuman Trump itu berselang beberapa jam setelah asisten senior Gedung Putih, Hope Hicks positif setelah sepekan terakhir bepergian dalam kampanye dan agenda negara. Hicks satu pesawat dengan Trump.

Pemimpin negara-negara dunia mendoakan Trump dan istrinya segera pulih di tengah persiapan Amerika Serikat menggelar pemilihan presiden pada 3 November atau kurang dari sebulan dari sekarang. Dalam Pemilihan Presiden AS periode 2020-2025, Trump melawan mantan wakil Presiden AS, Joe Biden

Sepekan sebelum terinfeksi, Trump dilaporkan bersama anggota keluarganya menemui banyak orang dalam kunjungannya sebagai presiden hingga ikut debat. Setelah Hicks positif, Trump dan istrinya menjalani tes COVID-19 dan hasilnya tertular.
Dengan usia 73 tahun, diperkirakan memperparah infeksi Corona bagi Trump namun dokter kepresidenan menyatakan kondisi keduanya baik-baik saja. Selama ini ia terlalu percaya diri dapat terhindar dari COVID-19. Padahal di negaranya hingga kini lebih dari 200.000 orang meninggal karena Corona dan lebih dari 7 juta positif selama pandemi menjadikan AS sebagai negara dengan kasus Corona tertinggi di dunia.

Sebelum terinfeksi, Trump bersikap lunak dalam penanganan Corona. Sederet sikapnya justru memicu polemik dan mengaburkan dampak Corona. Misalnya ketika Trump memutuskan hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mei lalu setelah menilai gagal upaya intervensi China untuk mengetahui lebih dalam mengenai Coronavirus.

Sejak pandemi merebak, China mendapat tudingan sengaja membuat virus mematikan ini dan disebarluaskan ke dunia sehingga membuat negara adidaya tersebut kelimpungan.

Amerika Serikat merupakan salah satu pendana terbesar bagi WHO dengan estimasi 400 juta dollar AS pada 2019 yang menyumbang 15 persen dari total anggaran. Ketika keputusan Trump diambil, terjadi protes keras karena WHO tengah fokus pengembangan vaksin. Dana yang hilang dianggap bisa menghambat upaya tersebut.

Dalam debat calon presiden Selasa lalu, Trump bersikukuh meminta China bertanggung jawab. Otoritas China telah berkali-kali membantah menahan informasi terkait pandemi.

Setelah Trump terkena Corona, media China berbahasa Inggris justru menyindirnya karena selama ini Trump memang mengecilkan dampak dari virus Corona.


Enggan Pakai Masker

Salah satunya mengenai pengabaian protokol kesehatan untuk menggunakan masker kendati pemerintahannya sendiri menganjurkan.

Trump kali pertama memakai masker di depan umum saat mengunjungi rumah sakit militer Walter Reed di luar Washington pada Juli lalu setelah Corona berbulan-bulan menghajar AS.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS dan WHO menganjurkan masker di awal pandemi untuk mencegah infeksi atau menginfeksi orang lain dari droplet ke saluran pernafasan yang dibawa oleh udara. WHO saat ini menyatakan Corona dapat menular lewat udara dan ini berbahaya karena bisa menginfeksi tanpa kontak langsung dengan barang atau orang.

Keputusan Trump tentang masker menjadi salah satu bahan diskusi panas dalam debat Pilpres AS tiga hari lalu. Trump menyatakan masker penting namun salah satu pernyataannya dikritik ketika menyebut seluruh penonton debat di studio tak perlu masker yakni cukup dengan menjaga jarak dan tes COVID-19.

Ia juga tampak mengejek Biden yang selalu berkampanye pentingnya masker. Trump mengaku punya masker di dalam saku jasnya dan hanya digunakan saat diperlukan.

Dalam kebijakan melawan Corona di AS, Biden getol kampanye kesehatan, berkebalikan dari Trump yang justru meremehkan. Sikap Trump meremehkan masker diikuti oleh ribuan pengikutnya dalam kampanye pilpres. Antara lain dalam kampanye di Nevada, negara bagian AS, hanya sedikit pendukung yang mengenakan masker dan menjaga jarak. Anggota keluarga Trump juga enggan pakai masker, hal itu tampak seperti dalam debat kandidat Selasa lalu.

Oktober ini adalah bulan krusial bagi Trump. Selama karantina ia tak bisa kampanye bebas di luar, sehingga mengubah jadwal kampanye.

Penantangnya dari Demokrat, Joe Biden juga dikhawatirkan tertular karena berada dalam ruangan tertutup selama 90 menit debat tanpa masker pada Selasa atau dua hari sebelum Trump dinyatakan positif. Belum ada kabar tes COVID-19 bagi Biden.

Jumat kemarin saat Trump mengumumkan positif, jadwal kampanyenya ditunda. Sedangkan lawannya terus berjalan. Biden dijadwalkan kampenya di Michigan, sedangkan Trump di Florida namun batal gara-gara Corona. Dua negara bagian itu disebut salah satu kunci kemenangan pilpres. Dengan absennya Trump selama karantina setidaknya dua pekan, dukungan kepada Biden diperkirakan menguat.


Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP POSITIF COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Zakki Amali
(tirto.id - Politik)

Penulis: Zakki Amali
Editor: Rio Apinino
DarkLight