Menuju konten utama

Polemik Foto Viral Gunung Gede Pangrango yang Terlihat dari Jakarta

Foto kota Jakarta dengan latar belakang pemandangan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat menjadi viral di media sosial dan dipertanyakan keasliannya.

Polemik Foto Viral Gunung Gede Pangrango yang Terlihat dari Jakarta
Kendaraan melintas di ruas Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota di Jakarta, Jumat (6/5). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

tirto.id -

Sebuah foto pemandangan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat yang terlihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat menjadi viral di media sosial. Bahkan, foto itu menjadi polemik lantaran dipertanyakan publik mengenai keasliannya.

Foto pemandangan tersebut diunggah oleh pengguna Instagram Ari Wibisono, @wibisono.ari pada Rabu (17/2/2021) kemarin.

"Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan kualitas udara sedang bersih Jakartans #JakartaLangitBiru," tulis Ari di keterangan fotonya.

Kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI mengunggah kembali potret tersebut melalui akun Twitternya @dinasdlhdki pada Rabu (17/2/2021).

Fotografer Senior, Arbain Rambey pum memberikan kritiknya terhadap foto tersebut melalui akun Twitter-nya @arbainrambey. Arbain menilai bahwa foto tersebut merupakan tempelan atau hasil editan.

"Ini foto tempelan. Untuk dapat Pangrango segede gitu, butuh tele panjang lalu motret dari jauh. Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang," tulis Arbain.

Menurutnya, perspektif gunung ke foreground tidak nyambung dengan perspektif mobil-mobil yang tampak. "Gunung ke foreground itu compactionnya gila-gilaan (tele panjang buanged). Sedangkan perspektif mobil-mobil itu tampak pakai tele pendek," ucapnya.

Menanggapi kritik tersebut, pemilik foto Ari Wibisono pun langsung memberikan klarifikasinya. Ia membantah karyanya disebut sebagai foto tempelan dan ia menyayangkan komentar dari Arbain Rambey itu.

Ari mengaku memotret dengan menggunakan lensa zoom 260mm dan memotret dari Fly Over Jl HBR Motik Kemayoran, Jakarta Pusat. Ari pun memperlihatkan beberapa foto lain yang diambilnya dari titik yang sama dengan suasana yang berbeda.

Ari Wibisono juga memperlihatkan EXIF file fotonya serta foto yang pernah ia potret dengan lensa 100mm dan drone.

"Yang sangat saya kecewakan ada Fotografer Senior memberikan statement bahwa Foto Saya "TEMPELAN" Gunung Gede Itu Tempelan, Baik saya berkolaborasi dengan mas Rifky Widianto @rfkyw dengan memaparkan file Asli Jepretan saya, Hasil Kerja Keras dan mengabarkan kepada warga Jakarta tentang Kondisi #JakartaLangitBiru," tulis Ari melalui akun Instagramnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Syaripudin mengklaim fenomena yang terdapat di foto milik Ari Wibisono tersebut terjadi karena kualitas udara ibu kota yang membaik. Sehingga pandangan langit Jakarta tidak lagi berkabut karena polusi udara.

Hal itu disebabkan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berdampak positif bagi lingkungan.

"Pandemi telah menunjukkan kepada kita bahwa masih ada harapan untuk lingkungan hidup yang lebih baik," kata Syaripudin kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Syaripudin menjelaskan, pembatasan kegiatan masyarakat mulai dari di tempat kerja, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan transportasi umum juga telah mengubah gaya hidup baru. Masyarakat kini lebih memilih kendaraan ramah lingkungan, seperti sepeda untuk bepergian atau berolahraga.

Hal itu tentunya mengurangi pencemaran udara yang sebelumnya disebabkan kendaraan umum dan tempat industri, kata Syaripudin. Selain itu, kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kewajiban uji emisi bagi kendaraan bermotor turut memberikan kontribusi terhadap kualitas udara ibu kota.

"Hal ini karena adanya peningkatan signifikan gaya hidup baru penggunaan sepeda sebagai alat transportasi ramah lingkungan," pungkasnya.