Larangan Mudik Lebaran 2021

Polda Metro Temukan 10 Pemudik Nekat Naik Truk Pengangkut Motor

Reporter: - 8 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Polda Metro Jaya menemukan 10 pemudik yang nekat naik truk pengangkut sepeda motor pada Sabtu dini hari.
tirto.id - Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menemukan 10 orang pemudik yang bersembunyi di dalam sebuah truk pengangkut sepeda motor yang akan melintasi Gerbang Tol Cikupa, Tangerang pada Sabtu dini hari, 8 Mei 2021.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo membenarkan soal penemuan pemudik yang bersembunyi di dalam truk tersebut. "Iya benar," kata Sambodo saat dihubungi, Sabtu (8/5/2021).

Hal senada diungkapkan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar yang membenarkan soal truk pengangkut motor yang membawa pemudik tersebut. "Iya ditemukan mobil towing sepeda motor yang membawa penumpang sejumlah 10 orang yang akan ke Pandeglang," ujar Fahri.

Atas pelanggaran itu, pihak kepolisian melakukan sanksi tilang kepada sopir truk dengan dijerat Pasal 303 No.22 Tahun 2009 UU LLAJ tentang pelanggaran mobil barang untuk mengangkut orang dengan denda maksimal Rp250 ribu.

Polda Metro Jaya akan terus melakukan penindakan terhadap pemudik yang nekat mudik saat kebijakan larangan mudik mulai diberlakukan hingga berakhirnya peniadaan mudik pada 17 Mei 2021.

Anggota Polda Metro Jaya mulai melakukan penyekatan jalan tol pada sejumlah titik seiring diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah mulai 6-17 Mei 2021.

Polda Metro Jaya juga mencegat sebuah ambulan yang mencoba membawa pemudik melewati Gerbang Tol Cikarang 1, Bekasi, Jawa barat. Polisi kemudian memeriksa ambulas tersebut dan menemukan ada tujuh orang penumpang di dalamnya.

Saat dimintai keterangan penumpang tersebut berkilah menumpang ambulans karena alasan keluarga sakit dan kedukaan, tapi karena tidak ada yang bisa menunjukkan bukti maupun dokumen yang sesuai, ambulans tersebut beserta penumpangnya diminta untuk kembali ke Jakarta.

10 Pemudik Negatif COVID-19

Polisi juga melakukan tes usap antigen terhadap 10 pemudik yang ditemukan bersembunyi di dalam truk pengangkut sepeda motor. Tidak hanya penumpangnya, petugas juga turut melakukan tes usap kepada pengemudi truk tersebut.

"Pengemudi dan penumpang dilakukan tes swab antigen. Hasil tes swab antigennya negatif (COVID-19)," kata Fahri Siregar.

Polda Metro Jaya memastikan tidak ada pemudik yang bisa lolos dari penyekatan mudik Operasi Ketupat Jaya 2021 yang digelar sesuai kebijakan larangan mudik pemerintah.

"Petugas belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Kita mengevaluasi, mana jalur tikus yang bocor kita tutup, mana tempat, modus operandi, yang digunakan kita sudah ketahui," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Pihak kepolisian juga telah mengetahui berbagai macam modus yang digunakan oleh mereka yang berniat mengakali larangan mudik pemerintah.

Polda Metro Jaya akan terus melakukan penindakan untuk pemudik yang nekat mudik meski kebijakan larangan mudik sudah diberlakukan hingga berakhirnya kebijakan larangan mudik pada 17 Mei 2021.


Baca juga artikel terkait LARANGAN MUDIK 2021 atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Hukum)

Sumber: Antara
Editor: Abdul Aziz
DarkLight