Kepolisian Daerah Jawa Timur sedang melakukan analisis mengenai kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat tasyakuran ulang tahun Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko dikonfirmasi di Surabaya, Kamis, mengatakan saat ini Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan pemeriksaan saksi kasus tersebut.

"Jadi, Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor. Kemudian kegiatan olah TKP juga sudah kita lakukan dan sekarang ini masih proses analisa," katanya.

Meski demikian, Kombes Gatot tidak menjelaskan detail ada berapa saksi dan kapan pemeriksaan tersebut dilakukan.

Ia hanya menyebut bahwa polisi sudah melakukan olah TKP di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (25/5/2021) lalu.

Perwira polisi dengan tiga melati emas di pundak itu juga berharap masyarakat bersabar karena penyidik saat ini masih terus bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

"Jadi berikan kesempatan pada kami, penyidik untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional," ujarnya.



Sebelumnya, video suasana ulang tahun berdurasi kurang dari semenit viral di jejaring media sosial sejak Kamis (20/5/2021).

Video itu disebut suasana pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di halaman rumah dinas yang lokasinya satu kompleks dengan Gedung Negara Grahadi di Surabaya.

Pesta ulang tahun itu digagas oleh Plh Sekda Jatim, Heru Tjahjono. Sejak awal, Heru mengaku tidak memberi tahu kepada Khofifah dan Emil agar menjadi kejutan.

Pesta itu menghadirkan musisi Katon Bagaskara yang disebut sebagai teman Heru. Kemudian ada pemberian santunan kepada anak yatim dan dihibur oleh grup rebana.

Jumlah yang hadir dalam pesta tersebut sekitar 18 orang. Lalu tamu undangan termasuk tuan rumah mencapai 31 sehingga semuanya jadi 49 orang. Disebut yang datang sangat sedikit dan masih banyak ruang gerak, sebab biasanya ruangan diisi 1.000-1.500 orang.

Atas peristiwa ini, Gubernur Khofifah sudah meminta maaf. "Saya mohon maaf. Tidak ada tebersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah, jauh dari tradisi saya." "Saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu," imbuhnya.