PLTP Unit 2 Dieng Capai Rp4,2 Triliun, Menkeu Harap Tak Ada Korupsi

Oleh: Hendra Friana - 25 April 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap pembangunan PLTP unit 2 Dieng dan Patuha oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) bebas dari konflik kepentingan dan korupsi.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) unit 2 Dieng dan Patuha oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) bebas dari konflik kepentingan dan korupsi.

Sebab, proyek yang ground breaking-nya dilakukan secara simbolik di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, itu memakan biaya yang cukup besar, yakni mencapai 300 juta dolar AS atau setara Rp4,2 triliun.

"Saya harap proyek ini dilaksanakan secara profesional, bersih, bebas dari korupsi dan konflik kepentingan. Sehingga menjadi salah satu proyek yang hasilkan energi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, Kamis (25/4/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut berharap proyek PLTP itu dapat meningkatkan kapasitas energi baru terbarukan (EBT) dari saat ini yang sebesar 120 Megawatt (MW) menjadi 270 MW.

Geo Dipa sendiri merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Proyek dengan kapasitas masing-masing sebesar 60 MW itu ditargetkan rampung pada 2023.

Direktur Utama Geo Dipa Riki Ibrahim mengatakan, 60 persen dari pembiayaan proyek tersebut berasal dari pinjaman yang diberikan oleh Asian Development Bank.

Berdasarkan hasil studi, terdapat 20 sumur yang bisa dieksplorasi dalam proyek PLTP Dieng unit 2 tersebut. Karena itulah, ia meyakini kapasitas 270MW dapat tercapai.

"Apalagi ditambah dengan proyek Small Scale Power Plant dan Organik Rankie Cycle Power Plant berkapasitas 10-15 MW yang juga tengah dibangun," imbuhnya.


Baca juga artikel terkait PLTP atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno