Menuju konten utama

PLN Tanggung Kerugian Rp21 Triliun Tahun Ini Akibat Harga Batu Bara

Jika pemerintah tidak segera merampungkan peraturan pemerintah tentang harga batu bara acuan, PLN akan merugi Rp21 triliun.

PLN Tanggung Kerugian Rp21 Triliun Tahun Ini Akibat Harga Batu Bara
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) bersama Direktur Utama PLN Sofyan Basir (kanan) meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

tirto.id - PT Pembangkit Listrik Nasional (PLN) (Persero) diperkirakan menanggung kerugian sebesar Rp21 triliun pada tahun ini. Hal ini akan terjadi jika pemerintah tidak segera merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang harga batu bara acuan (HBA) untuk kebutuhan di dalam negeri (Domestik Market Obligation/DMO) sebesar 25 persen.

"[Kalau tanpa perubahan harga DMO] kerugian PLN sekitar Rp21 triliun," ucap Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir di Energy Building Jakarta pada Selasa (6/3/2018).

Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1320 K/32/MEM/2018, harga batu bara acuan (HBA) periode Maret ini mencapai 101,86 dolar AS per metrik ton. Keputusan ini berlaku mulai 1 Maret 2018. HBA periode Maret ini lebih tinggi dibanding Februari 2018 yang sebesar 100,69 dolar AS per metrik ton.

Sofyan mengatakan tahun lalu PLN menanggung rugi sebesar Rp16 triliun. "Berat sekali. Bayangkan saja 2017 tergerus Rp16 triliun, gara-gara kenaikan harga batu bara," sebutnya.

Untuk itu, Sofyan menerangkan, PLN berusaha melakukan efisiensi pembiayaan baik dari segi operasional hingga pemeliharaan (maintanance). Diharapkan, amanat memasok listrik di seluruh Indonesia dengan satu harga, tanpa kenaikan hingga 2019 dapat dijalankan. Terlebih, harga batu bara, sebagai sumber bahan baku PLTU, semakin tinggi.

Ia berusaha untuk menekan harga pokok produksi di tiap provinsi. Caranya, membangun transmisi dengan harga ekonomis dan memanfaatkan zonasi angkutan kapal untuk batu bara.

"Cara efisiensi, lihat jalur transmisi mana pembangkit batu bara yang sudah jadi, mana yang over bisa kami tarik 120 kilometer masuk ke kota. Untuk saat ini, listrik kami bawa dari Sumatera Selatan ditarik ke Sumatera Utara, Aceh. Kami menariknya melalui transmisi yang kami bangun," terangnya.

Langkah efisiensi ditargetkannya dapat mencapai sekitar Rp6,5 triliun. "Efisiensi ini kami terus laksanakan dari tahun ke tahun, bulan ke bulan. Efisiensi terus dilaksanakan enggak pernah berhenti," jelasnya.

Baca juga artikel terkait HARGA BATU BARA atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Yuliana Ratnasari