PLN Sebut Pasca Gempa Mamuju & Majene 528 Gardu Listrik Sudah Nyala

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 16 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Saat ini sudah ada 528 buah gardu atau 58 persen dari total 872 gardu terdampak gempa Mamuju dan Majene.
tirto.id - General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid mengatakan, saat ini 528 gardu listrik terdampak gempa Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat sudah kembali menyala.

Menurut keterangan tertulis yang diterima redaksi Tirto, saat ini sudah ada 528 buah gardu atau 58 persen dari total 872 gardu terdampak gempa. Sehingga saat ini sekitar 54,5 ribu pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

“PLN terus melakukan penormalan kembali agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan listrik pasca gempa. Kami menyadari listrik menjadi kebutuhan utama di tengah kondisi seperti ini,” ucap Hafid.

Menurutnya, saat ini PLN masih berupaya memulihkan kelistrikan yang padam antara lain di Kecamatan Talapang, Talapang Barat, Simkep sebagian Mamuju, sebagian Kecamatan Malunda dan Ulumanda. Besarnya magnitudo gempa mengakibatkan beberapa tiang dan gardu listrik roboh dan beberapa infrastruktur lain terganggu.

"Bantuan personil dari unit PLN di berbagai daerah lain telah tiba dan siap membantu pemulihan listrik, semoga bisa lebih cepat kita pulihkan agar masyarakat dapat segera menikmati listrik,” tambah Hafid.

Secara bertahap PLN telah berhasil memenuhi kebutuhan pasokan listrik di beberapa lokasi vital di antaranya di posko-posko pengungsian, Markas Kepolisian Daerah Sulbar, Posko Komando Distrik Militer Bandara Tampa Padang, Telkom, serta sebagian penerangan jalan umum Kota Mamuju.

Tak hanya memulihkan kelistrikan, PLN juga memasang VSAT atau stasiun penerima sinyal dari satelit di rumah jabatan Gubernur Sulbar. Alat ini akan digunakan untuk membantu komunikasi dan koordinasi pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat, termasuk presiden.



Baca juga artikel terkait GEMPA MAMUJU atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight