Menuju konten utama

PLN Klaim Kapasitas Jawa-Bali Cukup Buat Dukung Mobil Listrik

PLN mengklaim kapasitas tenaga listrik pembangkit Jawa-Bali masih cukup untuk mendukung pengembangan mobil listrik.

PLN Klaim Kapasitas Jawa-Bali Cukup Buat Dukung Mobil Listrik
Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Selasa (26/11/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

tirto.id - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim kapasitas tenaga listrik pembangkit Jawa-Bali masih cukup untuk mendukung pengembangan mobil listrik.

Karena itu, kata Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo, perusahaanya tak perlu meningkatkan belanja modal capital expenditure untuk program tersebut.

"Tidak perlu nambah capex atau tambahan modal investasi, karena turun beban malam itu bisa digunakan untuk charging, malam hari," kata Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1/2020) seperti dikutip Antara.

PLN bahkan merencanakan akan membuat program tarif diskon malam untuk pengisian daya mobil listrik di malam hari, guna menarik perhatian masyarakat akan mobil listrik.

Secara teknis Darmawan menjelaskan, beban puncak PLN mulai turun pada pukul 22.00 WIB, yakni dari 27 GW menjadi 19 GW untuk wilayah Jawa-Bali. Kemudian beban tersebut baru beranjak naik lagi pada pukul 07.00 WIB.

Pada kesempatan berbeda, PLN mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang menggunakan energi listrik karena lebih hemat dan ramah lingkungan.

Sebagai salah satu dorongan tersebut, PLN mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Semarang.

"Keberadaan SPKLU ini, akan memberikan dan melayani kebutuhan masyarakat dalam pengisian energi bagi kendaraan berbasis energi listrik," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta Feby Joko Priharto di sela peluncuran SPKLU.

Menurutnya, adanya SPKLU yang pertama di Jateng ini mendorong masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kendaraan bermotor berbasis motor listrik karena kendaraan listrik lebih hemat dan murah dibandingkan kendaraan yang berbahan bakar minyak.

Ia menyebutkan Kota Semarang menjadi kota kelima di Indonesia yang memiliki SPKLU dan jika semakin banyak masyarakat yang mulai menggunakan kendaraan listrik, maka pihaknya akan menambah infrastruktur SPKLU di sejumlah tempat dan kota di Provinsi Jateng.

"Kita harapkan, tentu kedepan karena semakin efisien itu semakin bisa terjangkau harga listriknya oleh masyarakat. Untuk pembayarannya di SPKLU, kita nanti akan menggunakan semacam uang elektronik," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PLN

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana