Survei Charta Politika:

PKS, PPP, Golkar & Demokrat Terancam Kehilangan Kursi di Dapil DKI

Oleh: Husein Abdulsalam - 11 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Muslimin mengatakan, hasil survei lembaganya menggambarkan Gerindra dan PDIP diuntungkan coattail effect dari Jokowi dan Prabowo.
tirto.id - Sejumlah partai politik diprediksi kehilangan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode mendatang dari tiga daerah pemilihan (dapil) di DKI Jakarta. Hal ini terlihat dalam hasil survei terakhir Charta Politika.

Hasilnya, tiga partai, yakni PPP, PKS, dan Demokrat tidak mendapat satu pun kursi di Dapil DKI Jakarta I. Padahal, di 2014, tiga partai itu mendapat satu kursi. PPP juga tidak memperoleh kursi dari Dapil Jakarta II dan III. Sementara Demokrat tak dapat kursi lagi dari Dapil Jakarta III.

Selain tiga partai di atas, Nasdem dan Golkar juga menjadi partai yang kehilangan kursi. Nasdem tidak punya kursi lagi dari Dapil DKI Jakarta III dan Golkar dari Dapil Jakarta II.

Dapil DKI Jakarta I mencakup Kotamadya Jakarta Timur. Sedangkan Dapil DKI Jakarta II meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri. Sementara Dapil DKI Jakarta III terdiri atas Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, hasil survei Charta Politika ini akan dijadikan sebagai masukan yang bagus bagi partainya.

"PKS tetap optimistis. Insyaallah bukan cuma mempertahankan, tapi juga doubling karena [di Jakarta] arus Islam-nya kuat, arus 212-nya kuat," ujar Mardani kepada Tirto pada Senin (11/2).

Partai-partai yang Mendapat Banyak Kursi


Pada Pemilu 2014, PAN tidak mendapat satu pun kursi dari tiga dapil di DKI Jakarta, tapi berdasarkan hasil survei Charta Politika, PAN meraup 1 kursi dari Dapil Jakarta I dan 1 kursi dari Dapil DKI Jakarta III.

Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo melihat hasil survei Charta Politika itu sebagai bukti bahwa pola kampanye PAN di DKI Jakarta tepat.

"Jadi, saya bilang tadi progress political marketing kami sudah benar. Polanya sudah benar. Polanya seperti apa ya rahasia dapur kami ya," ujar Eko kepada Tirto.

Selain itu, Gerindra juga diprediksi mendapat lebih banyak kursi dari tiga dapil di DKI Jakarta. Di tiga dapil itu, Gerindra mendapat total tujuh kursi. Di 2014, Gerindra mendapat hanya tiga kursi.

Tapi, di bawah Gerindra ada PDIP. Partai berlambang banteng ini, menurut survei Charta Politika, mendapat enam kursi dari tiga dapil di DKI Jakarta, sama seperti perolehannya di 2014.

Direktur Penelitian Charta Politika Muslimin mengatakan, hasil survei lembaganya menggambarkan Gerindra dan PDIP diuntungkan coattail effect calon presiden yang merupakan tokoh partai itu, Prabowo dan Jokowi. Menurut Muslimin, partai lain mesti jeli menyasar calon pemilih yang tidak mendukung kedua partai itu.


"Bagaimana kemudian mereka mengambil coattail effect ceruk pasar mereka yang mendukung Jokowi tapi tidak memilih PDIP, atau sebaliknya, memilih Prabowo tapi tidak memilih Gerindra," ujar Muslimin.

Untuk itu, Muslimin menyarankan kepada calon anggota legislatif (caleg) yang diuntungkan coattail effect Pilpres mesti bekerja lebih keras. "Ini sisa dua bulan. Saya kira masih ada waktu," ujarnya.

Hasil survei tersebut berdasarkan elektabilitas calon anggota legislatif yang bertanding di tiga dapil DKI Jakarta. Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019 dengan responden sebanyak 800 orang dari tiap dapil.

Dalam survei itu, Charta Politika meminta respondennya memilih partai atau kandidat anggota DPR yang tercantum dalam surat suara simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hasil simulasi ini berupa persentase suara partai. Persentase suara itu kemudian menjadi dasar penghitungan kursi yang didapat setiap partai di tiga dapil DKI Jakarta.


Baca juga artikel terkait PILEG 2019 atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam
(tirto.id - Politik)

Reporter: Husein Abdulsalam
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Alexander Haryanto