Pinjaman Online Melambat Mei 2020 Karena Fintech Takut Gagal Bayar

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 13 Juli 2020
Penyaluran pinjaman online turun 3,12 persen dari April sebesar Rp109,18 triliun menjadi Rp106,06 triliun pada Mei 2020.
tirto.id - Penyaluran pinjaman perusahaan teknologi finansial teknologi (fintech) turun 3,12 persen dari April sebesar Rp109,18 triliun menjadi Rp106,06 triliun pada Mei 2020.

Pada periode sama tahun lalu, sebelum ada wabah COVID-19, justru ada kenaikan 10,87 persen dari April sebesar Rp37,01 triliun menjadi Rp41,03 triliun pada Mei.

“Kalau data Juni ada penurunan lagi. Tapi penurunannya lebih landai lagi,” kata Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan menjelaskan, Senin (13/7/2020).

Ia mengungkap penyaluran pinjaman online melambat akibat terimbas wabah Corona. Dalam data yang dipaparkan, pada Maret ke April 2020 juga terjadi perlambatan penyaluran.

Penyaluran dana melalui pinjaman online hanya naik 3,57 persen yaitu sebesar Rp102,53 triliun. Sementara penyaluran di periode pada tahun yang sama sebelumnya pinjaman online bisa naik 11,48 persen dari Maret ke April 2019 dari nilai Rp33,20 triliun menjadi Rp37 triliun.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede menjelaskan, perlambatan terjadi karena beberapa fintech sengaja mengurangi penyaluran pinjaman untuk mengantsisipasi gagal bayar.

“Memang masih ada peningkatan penyaluran dari April ke Mei 2020 sebesar 3,12 persen. Hal ini karena para penyelenggara fintech P2P lending khususnya sektor multiguna [konsumer] agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar,” jelas dia.


Baca juga artikel terkait FINTECH atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali
DarkLight