Pindah Ibu Kota Jadi Simbol Pemerataan Kesejahteraan, Kata Fadjroel

Oleh: Andrian Pratama Taher - 1 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Fadjroel Rachman mengklaim pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan sebagai simbol keberpihakan Jokowi dalam pemerataan kesejahteraan.
tirto.id - Pemerintah resmi memulai pembahasan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru setelah surat presiden untuk membahas RUU IKN diterima DPR pada Rabu (29/9/2021).

Staf Khusus Presiden Jokowi bidang Komunikasi Fadjroel Rachman mengklaim pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur sebagai simbol keberpihakan Jokowi dalam pemerataan kesejahteraan Indonesia.

"Ibu Kota Negara di Pulau Kalimantan ini merupakan bagian dari keberpihakan Presiden Joko Widodo dan jajaran pemerintahannya untuk mengkonsolidasikan tatanan demokrasi dan pemerataan kesejahteraan yang didambakan rakyat Indonesia," kata Fadjroel dalam keterangan, Jumat (1/10/2021).

Fadjroel menuturkan, realisasi pemindahan ibu kota baru sebagai langkah konkret Jokowi mewujudkan Indonesiasentris dan Indonesia Maju.

Pertama, ibukota baru yang terletak secara geografis di tengah Nusantara bisa diterjemahkan sebagai transfer positif menuju Indonesia Maju.

Transformasi progresif tersebut akan mengubah kultur Indonesia ke kultur yang bersifat Indonesiasentris (pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia), perlindungan lingkungan dalam menghadapi Climate Change, kualitas baru tata kelola pemerintahan, dan transformasi progresif dan menyeluruh kehidupan sosial, ekonomi dan budaya.

"Perpindahan sebagai tonggak transformasi progresif itu telah disampaikan Presiden Joko Widodo," kata Fadjroel.

Fadjroel lantas mengutip pernyataan Jokowi bahwa “Perpindahan ibu kota ini jangan dilihat sekadar sebagai perpindahan kantor pemerintahan. Bukan sekadar pindah lokasi, tetapi kita ingin ada sebuah transformasi, pindah cara kerja, pindah budaya kerja, pindah sistem kerja, dan juga ada perpindahan basis ekonomi."

Ia menyebut, Jokowi ingin memumbuhkan habitus Indonesia Maju sebagai prinsip utama perpindahan ibu kota negara. Fadjroel pun menegaskan bahwa perubahan kultur dan sistem adalah jawaban dalam merespon tantangan zaman dan memeratakan keadilan pembangunan atau Indonesiasentris.

Fadjroel pun tidak memungkiri bahwa ada tantangan untuk memenuhi target tersebut dalam gagasan pemindahan ibukota baru.

"Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur ini akan menjadi lokomotif bangsa indonesia mewujudkan Indonesiasentris dan Indonesia Maju. Kita yakin Indonesia Maju!" tutup Fadjroel.


Baca juga artikel terkait PEMINDAHAN IBU KOTA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight