Presiden Joko Widodo sempat menyinggung keberadaan usaha rintisan (startup) dan menekankan bahwa masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan anak-anak muda.

Dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-73 Kemerdekaan RI pada Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (16/8/2018), Presiden Jokowi menyebut saat ini banyak anak muda yang ingin menjadi wirausahawan baru, dengan jenis-jenis usaha baru yang tidak terpikirkan oleh generasi-generasi sebelumnya.

"Mereka mendirikan berbagai startup dengan ide-ide yang dapat mengubah dunia," kata Jokowi.

Kepala Negara juga menyinggung pendirian wirausaha sosial yang kegiatannya dilakukan dengan tujuan-tujuan mulia, memadukan keahlian berusaha dengan ketulusan hati membantu sesama manusia.

"Mereka mendirikan wirausaha sosial yang, dengan memiliki tujuan-tujuan mulia, memadukan keahlian berusaha dengan ketulusan hati membantu sesama manusia. Itulah yang ditunjukkan oleh para wirausahawan sosial yang mempekerjakan kelompok difabel, yang mendirikan bank sampah, yang menjaga kelestarian hayati Indonesia. Apa yang mereka lakukan telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang dan harus kita dukung, harus kita bukakan jalannya," katanya.

Oleh karena itu, Presiden meminta segenap pemangku kepentingan untuk bisa terus mendukung energi serta semangat kemajuan generasi muda dan rakyat Indonesia.

Menurut dia, semangat untuk terus tumbuh dan berkembang harus disalurkan guna mendukung upaya-upaya mereka sebagai wirausahawan baru.

"Keinginan luar biasa masyarakat Indonesia untuk menjadi wirausahawan-wirausahawan baru harus diberi daya untuk tumbuh dan berkembang," katanya.

Presiden Joko Widodo hadir di Kompleks Parlemen sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut rencana, Jokowi akan menyampaikan pidato kenegaraan sebanyak tiga kali untuk masing-masing agenda.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja pun terlihat hadir. Di antaranya seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Selain itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Tito Karnavian, sampai dengan Presiden Ke-3 RI BJ Habibie dan Presiden Ke-4 Megawati Soekarnoputri juga terlihat hadir.