Menuju konten utama

Piala Sudirman 2019: Menakar Peluang Tunggal Putra Hadapi Denmark

“Intinya siapa pun yang diturunkan, yang penting selama dia bisa fokus, tidak melakukan kesalahan sendiri, kami yakin pasti bisa," ujar Hendry Saputra Ho, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI.

Piala Sudirman 2019: Menakar Peluang Tunggal Putra Hadapi Denmark
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berekspresi ketika bertanding melawan pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Cina, Minggu (23/9). ANTARA FOTO/HO/Humas PP PBSI

tirto.id - Indonesia memiliki stok tiga pemain tunggal putra dalam skuat beregu campuran untuk di ajang Piala Sudirman 2019. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito.

Jelang hadapi laga pamungkas Grup 1B melawan Denmark pada Rabu sore (22/5/2019) di Guangxi Sports Center, Nanning, Cina, Hendry Saputra Ho selaku Pelatih Kepala sektor tunggal putra mengaku belum menentukan pilihan siapa yang bakal masuk dalam line-up pemain.

"Penentuan pemain yang turun itu last minute, nanti ditentukan setelah rapat tim, kan ini pertandingan beregu,” terang Hendry, sebagaimana dikutip dari laman PBSI, Selasa (21/5/2019).

“Intinya siapa pun yang diturunkan, yang penting selama dia bisa fokus, tidak melakukan kesalahan sendiri, kami yakin pasti bisa," lanjutnya.

Di lain pihak, untuk gelaran Piala Sudirman tahun ini tim Denmark memiliki dua amunisi untuk sektor tunggal putra. Mereka adalah sang Juara Dunia 2017 Viktor Axelsen, serta pemegang gelar juara Indonesia Masters 2019, Anders Antonsen.

Anthony Ginting memiliki catatan rekor head to head yang cukup baik melawan Axelsen. Dari tiga kali pertemuan, ia sanggup meraih dua kali kemenangan. Pemain 23 tahun tersebut juga tercatat unggul dalam rekor pertemuan melawan Antonsen.

Sebaliknya Jonatan Christie memiliki rekor yang buruk, baik saat melawan Axelsen maupun Antonsen. Dari empat kali pertemuan, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut menderita tiga kali kekalahan dari Axelsen. Sedangkan ia juga tercatat baru satu kali melawan Antonsen, yang berujung dengan kekalahan.

Hal senada juga terjadi dengan Shesar Hiren yang kalah dalam rekor head to head melawan Antonsen. Pemain peringkat 41 dunia tersebut juga diketahui belum pernah berjumpa dengan Viktor Axelsen.

Meski demikian, Hendry mengaku jika menentukan line-up pemain tidak hanya mengacu dari rekor pertemuan, tapi juga dilihat dari kondisi terakhir sang atlet.

"Dilihat juga dari feeling terakhirnya bagaimana? Kalau pilih yang pasti menang kan pasti susah, dua-duanya kalau dipilih masih diharapkan bisa menang, bukan dipastikan menang," ujar Hendry.

"Kita semua tahu ya bahwa Axelsen pemain berpengalaman, mainnya bagus dan tidak mudah dikalahkan, yang penting pemain kami siap dan bisa antisipasi permainan lawan,” imbuhnya.

Baca juga artikel terkait PIALA SUDIRMAN 2019 atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Olahraga
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Fitra Firdaus