Phil Collins Awalnya Emoh Jadi Vokalis, Lalu Peter Gabriel Cabut

Oleh: Petrik Matanasi - 20 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Mulanya Phil ikut audisi Genesis sebagai drumer. Setelah Peter Gabriel cabut dari Genesis, mau tak mau Phil pegang mikrofon.
tirto.id - Bersama sahabatnya, Ronnie Caryl, yang dua tahun lebih muda, Philip David Charles Collins alias Phil Collins pergi mengadu peruntungan. Mereka ikut audisi untuk mengisi posisi kosong di Genesis sebagaimana diiklankan di majalah Melody Maker. Pada pertengahan 1970 itu Genesis adalah band anyar Inggris yang baru merilis dua album. Ronnie hendak menggantikan Anthony Phillip, gitaris yang baru cabut dari band yang namanya belum besar itu. Phil ikut audisi untuk posisi penggebuk drum yang ditinggal John Mayhew. Awalnya ia tidak bermaksud menjadi vokalis yang posisinya sudah diisi Peter Gabriel.
Phil dan Ronnie boleh percaya diri waktu itu. Phil main drum dan bisa mengisi suara latar di band di Flaming Youth. Ronnie yang bisa bermain gitar dan bass juga di band itu. Flaming Youth mulanya dibentuk mengiringi John Walker, personil band Amerika, Walker Brothers. Bersama Flaming Youth, Phil dan Ronnie sudah merasakan rekaman. Meski penjualannya tak begitu meledak. Roger Taylor, yang belakangan penggebuk drum Queen, ingin ikut audisi tapi tak bisa hadir. Setelah audisi berlalu, pada Agustus 1970, Genesis tak menarik Ronnie dan hanya mengambil Phil Collins.
Ketika album Nursery Cryme (1971) diproses, Genesis butuh satu gitaris. Mike Rutherford yang memegang gitar juga memetik bass. Ronnie ikut audisi lagi, tapi kembali gagal. Steve Hackett kemudian dipilih memetik gitar pada Januari.
”Sejak itu, dalam setiap rekaman Genesis, setiap suara yang kau dengar selain Peter, pada latar dan harmoni, itu (suara) aku,” aku Phil Collins dalam Not Dead Yet: The Autobiograph (2016). Phil Collins bernyanyi dalam lagu For Absent Friends yang durasinya tak lebih dari dua menit. Nursery Cryme, yang direkam di Soho Trident dengan John Anthony (produser album Genesis sebelumnya, Trespass) rampung pada bulan November 1971.
Album ini menguatkan posisi Genesis di kancah progressive rock. Di luar studio, Genesis tampil maksimal. Kedudukan mereka tidak jauh dari Pink Floyd. Kedua band sama-sama merekam album yang tidak biasa. Sebuah stasiun televisi Belgia pada 1972 merekam penampilan panggung Genesis memainkan lagu-lagu dalam Nursery Cryme. Tony Banks memainkan kibor yang bersusun-susun, di antarnya organ Hammond. Mike Rutherford kadang memetik bass, kadang juga gitar. Adapun Steve duduk kalem, fokus memetik gitar. Ketika tak sedang bernyanyi, Peter Gabriel kadang memainkan seruling. Ada kalanya pula kaki Gabriel menginjak pedal bass drum. Phil tentu saja memberikan pukulan-pukulan drum yang energik dan kadang memainkan perkusi lainnya.
Dekade 1970an adalah dekade produktif Genesis. Sejak Trespass (1970) hingga 1974, setiap tahun Genesis merilis album. Setelah Nursery Cryme (1971), ada Foxtrot (1972), Selling England by the Pound (1973). Album-album ini tak menjual banyak lagu, alih-alih sedikit tapi berdurasi panjang. Jumlah lagu dalam tiga album itu tak sebanyak album From Genesis to Relevation, album pertama dengan 12 lagu. Dalam album Foxtrot (1972), Genesis makin gila. Mereka memainkan lagu sepanjang 23 menit, "Supper's Ready".
Foxtrot, seperti dicatat Allan Hewit dalam Opening the Musical Box: A Genesis Chronicle (2000:38), sukses di Inggris dan luar Inggris. Setelah album Foxtrot sukses, maka Selling England by the Pound (1973) pun menyusul. Dalam album Selling England by the Pound, ada dua lagu dengan durasi 11 menit: "The Battle of Epping Forest" dan "Cinema Show". Setelah merilis banyak lagu progressive rock yang di antaranya berdurasi panjang, Genesis pun makin garang di panggung. Konsernya pada 1973 makin berwarna berwarna dengan aksi teaterikal Peter Gabriel.

Infografik Phil Collins
Infografik Phil Collins. tirto.id/Quita

Lagu-lagu berdurasi panjang berkurang dalam The Lamb Lies Down on Broadway (1974)--paling panjang hanya delapan menit, "In the Cage". Ada 11 lagu di album ini, di antaranya "The Carpet Crawlers" dan "Counting Out Time". Setelah The Lamb Lies Down, Peter Gabriel undur diri pada 1976 dan kemudian bersolo karir. Sepeninggal Gabriel, Phil Collins menjadi vokalis utama. Namun, soal aksi teaterikal, Phil tak bisa menyamai Gabriel. Meski ada pemain drum cabutan, Phils Collins tak sepenuhnya bisa meninggalkan drum. Setelah ditinggal Steve Hackett pada 1978, Genesis harus memakai gitaris lain, sementara Phil, Mike, Tonny jadi inti penting dalam band. Genesis pun makin ngepop.
Tanpa Steve Hackett dan Peter Gabriel, Genesis tetap merilis album-album yang cukup bisa diterima pasar, setidaknya dari 1978 hingga 1997. Personil inti Genesis hanya Mike, Tonny dan Phil. Sisanya pelengkap, terutama di saat konser. Tiap konser, Genesis memakai dua set drum di beberapa lagu. Phil sendiri kadang bernyanyi sambil menggebuk drum.
Album Genesis era 1980an tak sebanyak dekade sebelumnya. Pada 1980an, Phil Collins bersolo karir juga seperti Gabriel tanpa perlu cabut dari Genesis. Lagu-lagunya di antara lain "In the Air Tonight", "Against All Odds (Take a Look at Me Now)", "One More Night", "Sussudio", "Two Hearts" dan "Another Day in Paradise". Di Indonesia, Phil Collins lebih populer dibanding Gabriel.
Genesis termasuk band besar era 1970an, seperti Pink Floyd, yang kini dikenang sebagai legenda. Album-album mereka tentu tak sepopuler dulu. Meski begitu, lagu-lagu lawas mereka tetap punya pendengar setia. Pendengar musik masa kini tentu lebih bisa mengingat Phil Collins dengan lagu-lagu album solonya. Jika Phil Collins dihubungkan dengan Genesis, barangkali banyak yang sulit percaya, jika Phil mulanya bukan vokalis utama Genesis dan dia direkrut untuk bermain drum.


Baca juga artikel terkait MUSIK ROCK atau tulisan menarik lainnya Petrik Matanasi
(tirto.id - Musik)

Penulis: Petrik Matanasi
Editor: Windu Jusuf
DarkLight