Menuju konten utama

Peternak Ayam Keluhkan Kualitas Pakan Memburuk

Dampak dari kualitas pakan itu menyebabkan penurunan produktivitas ayam boiler.

Peternak Ayam Keluhkan Kualitas Pakan Memburuk
Pekerja memberi pakan kepada ayam petelur di Kampung Cicariang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (30/7/2018). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

tirto.id - Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nusantara (GOPAN) mengeluhkan kualitas pakan ternak yang mereka terima. Menurut mereka, kualitasnya semakin memburuk. Pasalnya, penurunan kandungan jagung dalam pakan bisa turun menjadi 20-35 persen dari yang sebelumnya 50-60 persen.

"Kualitas pakan berupa kandunan jagung dari 50-60 persen lalu menjadi 20-35 persen. Terkonfirmasi dari Asosiasi Pabrik Pakan," ucap Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi di Gedung Ombudsman RI, Jumat (30/11/2018).

Menurut Sugeng, penurunan kualitas pakan itu bertolak belakang dengan klaim Kementerian Pertanian (Kementan) yang mengatakan terjadi surplus jagung. Menurutnya, ketika surplus terjadi seharusnya kandungan jagung dalam pakan tidak menurun.

Dampak dari kualitas pakan itu, kata Sugeng, menyebabkan penurunan produktivitas ayam boiler yang ia pelihara. Semula beratnya mencapai 1, 5 kg lalu menjadi 1,3 kg. Masalah yang sama pun, kata Sugeng, juga dikeluhkan oleh produsen telur.

Selain itu, poin yang dikeluhkan juga mencangkup mahalnya harga jagung yang dijual di pasaran saat kualitas pakan tidak sebaik biasanya. Padahal, di saat yang sama, Kementan tengah mengklaim adanya surplus.

Sugeng pun mengaku keberatan dengan kondisi itu. Sebab, biaya produksi yang mencapai Rp19.500-an per ekor seharusnya dapat dikurangi menjadi Rp18.000 hingga Rp 19.000 per ekor.

Belum lagi dengan harga jual yang ditetapkan satuan tugas pangan mengharuskan harga berada di kisaran Rp20.000 per ekor. Ia pun menganggap peternak ayam kini mengalami kerugian.

"Saat harga sedikit naik nanti ada satgas pangan. Tapi kalau di bawah ya rugi," ucap Sugeng.

Baca juga artikel terkait PAKAN AYAM atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Alexander Haryanto