Menuju konten utama

Pesawat F16 Tergelincir, Lanud Hentikan Operasional F16

Pesawat tempur F16 yang tergelincir hingga menyebabkan badan pesawat terbalik di Pekanbaru, Riau, dalam kondisi laik terbang, dikatakan Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi.

Pesawat F16 Tergelincir, Lanud Hentikan Operasional F16
Ilustrasi Pesawat tempur F/A18D melakukan manuver terbang rendah pada kegiatan latihan bersama (Latma) Cope West 2016 di Lanud Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (1/11). ANTARA FOTO/Adwit B Pramono.

tirto.id - Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi menjelaskan pesawat tempur F16 yang tergelincir hingga menyebabkan badan pesawat terbalik di Pekanbaru, Riau, dalam kondisi laik terbang.

"Pesawat ini (F16) dinyatakan laik terbang," kata Henri di Pekanbaru, Rabu (15/3/2017), seperti diberitakan Antara.

Henri menuturkan pesawat F16 tipe Block 15 dengan tempat duduk ganda itu mulai beroperasi di Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin sejak April 2016. Sebelumnya, pesawat tempur buatan Negeri Paman Sam itu beroperasi di Pangkalan Udara Iswahyudi, Jawa Timur.

Lebih jauh, ia mengatakan pesawat tersebut dibeli dari kondisi baru oleh TNI AU pada tahun 1991-1992 silam. "Pesawat merupakan produk dari Lockheed Martin, dengan kode TS1603, pesawat dibeli baru oleh TNI AU," jelasnya.

Meski berusia 26 tahun, pesawat tersebut dipastikan mendapat perawatan sesuai standar dan dinyatakan laik terbang.

"Jadi kalau ditanyakan masalah pesawat, pesawat itu bukan tua, atau muda, atau baru, tetapi laik terbang," tuturnya.

Pesawat tempur F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin pada Selasa petang (14/3/2017) tergelincir di ujung landasan Lanud Roesmin Nurjdin, yang juga merupakan landasan yang sama Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Dua pilot yakni Mayor Pnb Andri Setiawan dan Lettu Pnb Marco Anderson dipastikan selamat dan tidak mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Badan pesawat yang tergelincir, kata Danlanud, dalam kondisi terbalik. Bagian ekor pesawat diketahui patah sementara hidung pesawat mengalami benturan.

Danlanud menjelaskan dirinya tidak bisa menguraikan secara rinci penyebab kecelakaan itu. Namun, dia mengatakan bahwa pesawat diduga mengalami kerusakan pada sistem pengereman pada saat mendarat hingga menyebabkan pesawat tergelincir dan terbalik.

Peristiwa kecelakaan pesawat itu saat ini masih dalam penyelidikan oleh tim Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) Mabes TNI AU. Sementara itu, badan pesawat yang mengalami kecelakaan hingga malam ini masih terus berusaha dievakuasi.

Lanud Pekanbaru Hentikan Sementara Operasional F16

Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin menyatakan akan menghentikan sementara operasional pesawat tempur F16 dari Skadron Udara 16 pasca tergelincirnya jet tempur buatan Amerika tersebut hingga badan pesawat terbalik di Pekanbaru, Selasa (14/3/2017).

"Pesawat F16 akan dihentikan operasional untuk sementara hingga diketahui penyebab utama," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadi, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru, Rabu (15/3/2017).

Henri menjelaskan saat ini pesawat F16 dengan nomor ekor TS1603 masih berusaha dievakuasi dari landasan pacu Lanud Roesmin Nurjadin yang juga menjadi landasan pacu untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Terkait penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut, Henri mengatakan tim dari Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) Mabes TNI AU sedang melakukan penyelidikan.

Ia mengatakan selama penyelidikan berlangsung, F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin akan dihentikan operasionalnya, baik untuk patroli udara maupun latihan tempur yang dalam pekan ini sedang berlangsung.

Menurut dia, penghentian operasional ini merupakan prosedur TNI AU menyikapi peristiwa itu.

"Ini memang prosedur untuk mengambil langkah menenangkan," tuturnya.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya Lanud Tipe A di Sumatera. Terdapat dua Skadron Udara di Pangkalan militer tersebut. Selain Skadron Udara 16 dengan jet tempur F16-nya, juga terdapat Skadron Udara 12 dengan Hawk 100/200.

Baca juga artikel terkait PESAWAT TERGELINCIR atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri