Idul Adha 2022

Pesan Presiden Jokowi usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 10 Jul 2022 08:16 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melaksanakan Salat Iduladha 1443 Hijriah di Masjid Istiqlal pada Minggu (10/7/2022).
tirto.id - Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melaksanakan Salat Iduladha 1443 Hijriah di Masjid Istiqlal pada Minggu (10/7/2022).

Salat Idul Adha dimulai pukul 07.00 WIB dipimpin oleh Imam Salim Ghazali. Adapun khotbah disampaikan oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia Pusat, KH Mohammad Nuh, yang mengangkat tema "Semangat Gotong Royong Perkuat Sendi Kebinekaan".

Pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal pada tahun ini merupakan yang perdana pascapandemi COVID-19. Masjid Istiqlal sudah penuh sesak jemaah sejak pagi sebab masyarakat berbondong-bondong ingin ikut salat Iduladha bersama Jokowi.

Presiden Jokowi berada di saf terdepan mengenakan jas abu-abu, kemeja putih, sarung warna merah dan hitam serta kopiah hitam, di samping Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Usai salat Iduladha, khatib Mohammad Nuh mengajak para jemaah untuk bersyukur dalam menghadapi berbagai hal. Pria yang juga Ketua Badan Wakaf Indonesia Pusat ini mengingatkan bahwa syukur tidak boleh hanya saat mendapat nikmat, tetapi juga dihindarkan dari musibah.

"Bersyukur itu bukan hanya atas pemberian nikmat yang kita terima tetapi juga atas dihilangkan, dihindarkan dari musibah itu pun juga kita harus bersyukur. Kita sendiri tidak tahu musibah apa yang sebenarnya akan terjadi dan betapa banyak musibah itu yang dihilangkan, dihindarkan Allah SWT," kata Nuh, Minggu (10/7/2022).

Nuh mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan dalam berbuat baik, menjalankan hidup sebaik mungkin dan tidak terbatas pada menjalankan perintah Allah dan rasul.

Di saat yang sama, Nuh mengingatkan bahwa haji adalah upaya perjalanan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan haji bergerak secara tidak secara sendiri, tetapi juga bersama-sama dan penuh kolaborasi.

"Untuk menjadi terbaik (pemenang) tidak harus mengalahkan yang lain, tetapi bisa menang bersama-sama, sukses bersama dengan besaran kemanfaatan (gain) ditentukan oleh besarnya kontribusi dalam berkolaborasi-sinergi. Itulah esensi kolaborasi-sinergi (mu’awwana) dalam meraih kemenangan dan kesuksesan," kata Nuh.

Ia lantas menyinggung semangat kebersamaan yang dipegang masyarakat Indonesia. Proses tersebut muncul dari waktu yang lama dan berangkat dari titik kesamaan.

"Tentu tantangan dalam membangun kekitaan semakin dinamis dan kompleks. Hal ini dikarenakan perubahan perilaku setiap generasi. Masing-masing generasi Baby Boomers, Gen X, Gen Y, Gen Z dan Gen Alpha dan seterusnya memiliki keunikan perilaku sendiri. Untuk itu, desain, pendekatan dan paradigma membangun kekitaan juga harus mengikuti perkembangan zaman," kata Nuh.

Usai salat, Jokowi menuturkan bahwa perayaan Idul Adha perlu dimaknai sebagai sebuah aktivitas yang menebarkan kebaikan bagi semua orang.

"Hari Raya Idul Adha kita maknai sebagai sebuah ketauhidan, sebuah aktivitas yang menebarkan kebaikan yang sebanyak-banyaknya untuk sesama. Menebarkan rasa bahagia yang sebanyak-banyaknya pada kanan kiri kita. Bukan hanya berkurban dalam menyembelih hewan kurban tetapi maknai yang tadi saya sampaikan adalah hal lebih penting untuk bisa kita lakukan," kata Jokowi di Istiqlal.


Selain dihadiri oleh masyarakat, salat Id juga akan diikuti oleh para pimpinan lembaga negara, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, para duta besar negara sahabat dan pejabat pemerintah.

Bersama Presiden Jokowi, hadir pula antara lain Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga adik ipar Presiden Jokowi, Anwar Usman, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan pejabat lainnya.

Tahun ini, Masjid Istiqlal membolehkan 150 ribu orang untuk melaksanakan salat Id. Jemaah melaksanakan salat hingga lantai 4 Masjid Istiqlal.

Pada Idul Adha tahun ini, Presiden Jokowi juga menyerahkan hewan kurban di Masjid Istiqlal berupa seekor sapi berjenis Simental dengan bobot 1 ton.

Tidak hanya di Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi juga menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban di 34 provinsi di Indonesia.

Pemotongan hewan kurban di Masjid Istiqlal akan dilaksanakan pada Senin (11/7/2022) pagi. Perolehan hewan kurban di Masjid Istiqlal pada tahun ini adalah sapi 32 ekor dan kambing 16 ekor.


Baca juga artikel terkait IDULADHA 2022 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri

DarkLight