Menuju konten utama
Konflik Rusia-Ukraina

Perusahaan yang Setop Operasi di Rusia Usai Menginvasi Ukraina

Perusahaan barat dan merek global ramai-ramai menghentikan operasinya di Rusia usai menginvasi Ukraina.

Perusahaan yang Setop Operasi di Rusia Usai Menginvasi Ukraina
Seorang anak memegang papan tanda buatannya dalam aksi protes menentang invasi Rusia di Ukraina di depan Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Minggu (6/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Sarah Silbiger/WSJ/djo

tirto.id - Sejumlah perusahaan Barat dan merek-merek global menangguhkan operasinya di Rusia, usai invasi berskala besar terhadap Ukraina yang dilakukan sejak 24 Februari 2022.

Aksi boikot perusahaan-perusahaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari sanksi yang dikenakan negara-negara Barat terhadap Rusia karena menyerang Ukraina.

Mengutip New York Times, perusahaan multinasional seperti McDonald’s, PepsiCo, Shell, terpaksa meninjau kembali hubungan mereka dengan Rusia.

Di bawah tekanan dari investor dan konsumen, banyak perusahaan Barat yang mulai melepaskan investasi, menutup toko, dan menghentikan penjualan mereka.

Perusahaan apa saja yang setop beroperasi di Rusia usai menginvasi Ukraina?

Uniqlo, H&M, Adidas, Nike

Fast Retailing, perusahaan pakaian Jepang yang mengoperasikan Uniqlo, mengatakan akan menangguhkan operasinya di Rusia.

Perusahaan itu mendapat kecaman setelah kepala eksekutifnya, Tadashi Yanai, mengatakan kepada seorang pewawancara bahwa tokonya akan terus menjual pakaian di Rusia.

Selain itu, H&M, yang memiliki sekitar 170 toko di Rusia, menghentikan penjualan, seperti yang dilakukan Nike, dengan sekitar 116 toko.

Adidas mengatakan juga akan menangguhkan penjualan di Rusia, memotong 1 persen dari pertumbuhan pendapatan yang diharapkan tahun ini. Perusahaan ini memiliki sekitar 500 toko di Rusia dan negara-negara bekas Soviet.

Burger King, Carlsberg, Heineken, McDonald’s, Starbucks, PepsiCo

Dilansir dari New York Times, restaurant Brands International, yang memiliki Burger King, mengakhiri dukungan perusahaan untuk sekitar 800 lokasi yang dioperasikan oleh pewaralaba lokal di Rusia, dan tidak akan menyetujui investasi atau ekspansi tambahan apa pun.

Carlsberg, pembuat bir terbesar ketiga di dunia, mengatakan telah menghentikan investasi dan akan berhenti menjual merek bir andalannya di Rusia.

Pabrik Bir Baltika Grup Carlsberg, yang berbasis di St. Petersburg, akan dijalankan sebagai bisnis terpisah.

Heineken mengatakan akan berhenti memproduksi, mengiklankan, dan menjual bir di Rusia.

McDonald's mengatakan untuk sementara menutup hampir 850 lokasi di Rusia dan menghentikan operasi di sana.

Starbucks mengatakan akan menutup semua lokasinya di Rusia, di mana mereka dimiliki dan dioperasikan oleh konglomerat Kuwait, Alshaya Group.

PepsiCo mengatakan akan berhenti menjual soda di Rusia tetapi akan terus memproduksi produk susu dan makanan bayi di sana, menyebutnya sebagai upaya “kemanusiaan”.

Sementara itu, melansir CBS News, perusahaan yang bergerak di bidang entertainment, teknologi, dan media seperti Apple dan Netflix juga ikut menangguhkan operasinya di Rusia, berikut daftarnya.

Apple, Google, Netflix, Spotify, TikTok, YouTube, Google Play, Twitter, Snapchat

Apple mengatakan akan berhenti menjual iPhone dan perangkat populer lainnya di Rusia. Apple tidak memiliki toko di negara ini tetapi produknya dijual melalui banyak pengecer pihak ketiga populer di sana.

Perusahaan juga menangguhkan sistem Apple Pay di Rusia dan menghapus Sputnik dan RT dua organisasi berita yang didukung pemerintah dari App Store di luar Rusia. Di Ukraina, Apple membatasi berbagi data di Apple Maps.

CEO Tim Cook mengatakan kepada karyawan bahwa perusahaan akan mencocokkan sumbangan ke beberapa organisasi bantuan dua ke satu.

Raksasa teknologi Google juga telah memblokir saluran media pemerintah Rusia dari platformnya, termasuk Google Play store.

Itu telah menangguhkan Google Pay untuk pelanggan bank Rusia yang terkena sanksi, yang berarti pelanggan bank tersebut tidak akan dapat menggunakan sistem pembayaran seluler.

Dari bidang hiburan, Netflix telah memutuskan untuk menangguhkan layanan mereka di Rusia pada 6 Maret.

Penyedia layanan streaming audio dan layanan media Spotify mengumumkan akan menutup kantornya di Rusia "tanpa batas waktu", tetapi akan terus menawarkan layanan musik dan podcastnya di negara itu, meskipun tanpa konten dari media yang berafiliasi dengan pemerintah Rusia.

TikTok telah memblokir saluran media pemerintah Rusia dari platform tersebut, termasuk RT dan Sputnik.

Aplikasi video populer yang dimiliki oleh perusahaan induk China ByteDance mengatakan akan menangguhkan streaming langsung dan unggah konten baru di Rusia.

Melansir Antara, dua produk dari Alphabet Inc, YouTube dan Google Play menghentikan seluruh layanan berbayar dan berlangganan di Rusia.

"Sebagai tindak lanjut, kami memperluas penghentian ini ke seluruh fitur monetisasi , termasuk YouTube Premium, Channel, Membership, Super Chat dan Merchandise, untuk penonton di Rusia," kata YouTube, dalam keterangan resmi, dikutip dari Reuters, Kamis (10/3).

Kanal YouTube di Rusia masih bisa menghasilkan uang dari penonton di luar Rusia, lewat iklan dan fitur berbayar seperti penjualan pernak-pernik dan Super Chat. Aplikasi gratis yang ada di Google Play masih bisa diunduh di Rusia.

Langkah yang diambil Alphabet Inc ini merupakan tindak lanjut dari sanksi yang dikenakan negara-negara Barat terhadap Rusia karena mereka menyerang Ukraina.

Beberapa waktu lalu, Google dan YouTube mengumumkan berhenti menjual iklan online di Rusia.

Tidak hanya Google, media sosial arus utama seperti Twitter dan Snapchat juga melakukan pembatasan akses untuk pengguna di Rusia.

Warner Music, Sony, Walt Disney

Selanjutnya, Warner Music dan Sony Music juga ikut menangguhkan operasinya di Rusia.

“Warner Music Group menangguhkan operasi di Rusia, termasuk investasi dan pengembangan proyek, kegiatan promosi dan pemasaran, dan pembuatan semua produk fisik," tulis pernyataan dari perusahaan dikutip dari Variety, Jumat (11/3).

“Kami akan terus memenuhi kewajiban kami yang telah disepakati kepada orang-orang, artis, dan penulis lagu kami sebaik mungkin saat situasinya terbuka. Kami tetap berkomitmen untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut,” lanjutnya.

Kabar itu muncul kurang dari satu jam setelah Sony Music mengumumkan bahwa mereka menangguhkan operasi di negara itu, dan kurang dari dua hari setelah Universal Music Group. Ketiga label besar seperti Universal, Sony, dan Warner memiliki label dan operasi lokal di Rusia.

Baik Universal, Sony, maupun Warner merupakan tiga perusahaan yang semuanya telah memberikan sumbangan untuk upaya bantuan Ukraina.

Di sisi lain, Sony Music juga telah merilis pernyataan yang mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan semua operasinya di Rusia.

Sementara itu, juru bicara Walt Disney mengatakan perusahaannya akan menangguhkan semua bisnis di Rusia menyusul invasi ke Ukraina.

Pekan lalu, konglomerat hiburan dan media mengumumkan rencana untuk menghentikan rilis film baru di Rusia. Namun kini perusahaan mengambil langkah tambahan untuk menutup sisa operasinya di negara itu, demikian laporan dari Variety, Jumat.

Disney diketahui memiliki beberapa saluran linier dan merek produk konsumen di seluruh Rusia. Perusahaan itu juga memiliki pelabuhan kapal pesiar yang terletak di St. Petersburg.

“Mengingat serangan tak henti-hentinya di Ukraina dan meningkatnya krisis kemanusiaan, kami mengambil langkah untuk menghentikan semua bisnis lain di Rusia. Ini termasuk konten dan lisensi produk, aktivitas Disney Cruise Line, majalah dan tur National Geographic, produksi konten lokal dan saluran linier,” kata juru bicara Disney.

Tidak hanya perusahaan-perusahaan di atas yang melakukan aksi boikot terhadap Rusia, perusahaan lain yang bergerak di bidang manufaktur, travel dan logistik, finansial, energi, jasa pengiriman, dan perbankan juga ramai-ramai menangguhkan operasinya.

Kabar Terkini Perang Rusia-Ukraina

Sementara itu, menurut situasi terkini dari perang antara Rusia dan Ukraina, setidaknya lebih dari 40.000 warga sipil yang dievakuasi dari Ukraina pada Rabu (10/3/2022).

Seperti diberitakan The Guardian, seorang perunding Ukraina mengatakan, pihak berwenang sedang berupaya menjauhkan warga sipil dari zona konflik di sekitar kota Kyiv, Kharkiv dan Mariupol.

Di sisi lain, Ukraina menuduh pasukan Rusia telah "menahan 400 ribu orang sandera" di Mariupol. Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, kota Mariupol masih dibom oleh pasukan Rusia, meskipun ada kesepakatan untuk mengevakuasi warga sipil.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan, pasokan listrik pun telah terputus karena pembangkit Chernobyl sudah tidak berfungsi.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan serangan Rusia di rumah sakit bersalin di Mariupol sebagai "bukti akhir genosida". Pada Rabu sore, kata pejabat Ukraina, serangan udara Rusia telah menghancurkan rumah sakit anak-anak dan bangsal bersalin.

Zelenskiy mengatakan, anak-anak terkubur di bawah reruntuhan dan menurut gubernur regional, ada 17 orang yang terluka.

Baca juga artikel terkait KONFLIK RUSIA UKRAINA atau tulisan lainnya dari Yandri Daniel Damaledo

tirto.id - Politik
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yantina Debora