Perusahaan Jepang Lirik Investasi Jasa Angkutan Tanah Air

Oleh: Yantina Debora - 10 Juni 2016
BKPM mengidentifikasi minat investor asal Jepang untuk berinvestasi senilai Rp365 miliar, pada bidang jasa angkutan (tol) laut Tanah Air. Selain minat di bidang jasa angkutan laut, ada dua perusahaan Jepang lainnya yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Satu perusahaan yang bergerak di bidang industri sanitary napkin (pembalut), sedangkan satu perusahaan lain bergerak di bidang komponen otomotif.
tirto.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investor asal Jepang untuk berinvestasi senilai Rp365 miliar pada bidang jasa angkutan (tol) laut untuk barang khusus dari Surabaya ke wilayah timur Indonesia termasuk Papua.

Minat investasi itu tampak dalam pertemuan satu per satu yang dilakukan oleh Kepala BKPM Franky Sibarani dengan sejumlah perusahaan potensial Jepang, dalam road show investasi yang digelar BKPM bekerjasama dengan Bank of Tokyo Mitsubishi Tokyo UFJ (BTMU) di tiga kota besar yang menjadi pusat bisnis Jepang, yaitu Fukuoka, Nagoya dan Tokyo, 8-10 Juni 2016.

"Kami akan memfasilitasi minat investasi yang tergolong strategis tersebut. Program tol laut bertujuan untuk mempermudah arus barang terutama di daerah Indonesia timur. Ini akan berdampak positif pada pemerataan pembangunan," kata Franky dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Minat investasi dari perusahaan jasa angkutan laut Jepang tersebut, lanjut Frangky, diharapkan dapat segera direalisasikan.

"Untuk proses komitmen investasi kami harapkan dapat dilakukan tahun ini, sehingga dapat dikawal hingga proses realisasi investasi," ujar Franky.

Selain minat di bidang jasa angkutan laut, menurut Franky, ada dua perusahaan Jepang lainnya yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Satu perusahaan yang bergerak di bidang industri sanitary napkin (pembalut), sedangkan satu perusahaan lain bergerak di bidang komponen otomotif dan akan segera membangun pabrik di daerah Karawang.

"Minat investasi di bidang komponen otomotif membuktikan bahwa Indonesia telah berada pada jalur yang tepat sebagai basis produksi otomotif bagi Jepang," ujar Franky.

Di hadapan 67 calon investor di Fukuoka dan 118 calon investor di Nagoya, Kamis (9/6/2016), Franky memaparkan perkembangan perubahan regulasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Ada pun pada Jumat ini, Franky dijadwalkan menjadi pembicara di forum yang sama dengan peserta mencapai 566 orang.

Baca juga artikel terkait BISNIS atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Bisnis)

Sumber: Antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight