Pertumbuhan Ekonomi RI 5,9 Persen di 2023, Ekonom: Terlalu Ambisius

Reporter: Dwi Aditya Putra - 30 Jun 2022 15:08 WIB
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai target pertumbuhan ekonomi 5,9 persen di tahun depan terlalu ambisius.
tirto.id - Badan Anggaran DPR dan pemerintah menyepakati pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar 5,3 hingga 5,9 persen. Proyeksi berdasarkan perkembangan berbagai indikator ekonomi yang sudah membaik pada tahun ini.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai target pertumbuhan di tahun depan terlalu ambisius. Dia menuturkan pemerintah perlu melakukan antisipasi termasuk tekanan dari sisi eksternal.

Misalnya saja adanya resesi di negara maju terhadap stabilitas kurs, kenaikan suku bunga yang berakibat pada cost of fund korporasi. Kemudian melonjaknya inflasi akhirnya akan dibebankan ke konsumen akhir.

"[Dengan kondisi itu] tahun 2023 pertumbuhan ekonomi diperkirakan berkisar 4 sampai 4,5 persen year on year dengan pertimbangan naiknya downside risk yang mempengaruhi laju konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor," katanya kepada Tirto, Kamis (30/6/2022).

Sementara itu, dia mengakui pemerintah sudah mempertimbangkan target pertumbuhan secara matang dengan melihat kondisi dalam negeri. Dia menuturkan selama satu semester di 2022, Indonesia diuntungkan windfall harga komoditas ekspor yang tinggi. Tapi, menurut Bhima tidak cukup hanya bergantung pada kinerja ekspor komoditas saja.

"Mulai terjadi penurunan harga beberapa jenis komoditas khususnya batubara dan CPO dalam satu bulan terakhir. Jika penurunan harga terus berlanjut akan lemah motor ekspornya," ungkapnya.




Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI RI atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight