Pertamina Targetkan Bor 44 Sumur di Blok Rokan, Riau di 2021

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 21 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Target itu akan dilakukan setelah masa peralihan pengelolaan blok dari Chevron rampung pada 9 Agustus 2021.
tirto.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan pemboran 44 sumur di Blok Rokan, Riau. Target itu akan dilakukan setelah masa peralihan pengelolaan blok rampung pada 9 Agustus 2021. Tepatnya dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PHR.

“PHR akan memastikan persiapan pemboran pada Agustus sampai Desember 2021 dapat berjalan lancar, karenanya terus dilakukan komunikasi intensif dengan CPI agar proses transfer data, informasi prosedur (SOP) maupun penyiapan lahan dapat berjalan cepat, tanpa kendala yang berarti,” ucap Direktur Utama PHR RP Yudantoro dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).

Yudantoro mengatakan langkah pengeboran ini harus segera dilakukan. Namun, PHR juga ingin memastikan proses transisi bisa berjalan lancar.

Jika pengeboran sudah dilakukan, ia yakin penurunan produksi alamiah atau natural decline rate bisa ditahan. Terutama sejak 2019 tidak ada pengeboran sumur baru yang mengakibatkan produksi turun hingga 25 persen. Dengan demikian, Blok Rokan tetap dapat menyumbang produksi cukup signifikan.

Adapun selain data, transisi juga akan mencangkup persoalan konstruksi penggantian pipa “trunk line” sepanjang kurang lebih 364 km. Pipa ini bertujuan membawa minyak mentah dari lapangan Rokan ke tangki penampungan di Dumai. Di Dumai, terdapat kilang Pertamina yang bertugas mengolah minyak mentah menjadi produk untuk dijual kemudian.

Di samping itu, proses transisi juga termasuk pekerja Chevron. Nantinya pekerja Chevron akan dipekerjakan di PHR maupun unit Pertamina lainnya sesuai ketentuan berlaku.

“Dengan dukungan seluruh stakeholder, kami semua berharap transisi di Blok Rokan bisa berjalan dengan baik sehingga bisa menjaga produksi migas untuk mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ucap Yudantoro.

Adapun setelah Pertamina berhasil mengelola blok Rokan sepenuhnya, kontribusi BUMN migas pada produksi nasional diperkirakan bisa mencapai 60 persen. Angka itu naik dari produksi hulu Pertamina di angka 41 persen per 2019.

Meski demikian, peralihan Blok Rokan tak berjalan mulus. Pemerintah mengizinkan Chevron tetap mengelola Rokan sampai 2021 alias mundur dari target awal. Pertimbangannya Chevron dinilai perlu melanjutkan pengelolaan hingga proses transisi rampung sehingga penurunan produksi tidak terlampau parah.

“Akhirnya kami sudah dapat kesepakatan mereka tetap akan investasi sampai 2021,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi persi virtual, Selasa (9/6/2020).



Baca juga artikel terkait PENGEBORAN MINYAK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight