Pertamina Janji Pulihkan Mangrove yang Rusak karena Tumpahan Minyak

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 23 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pertamina bakal melakukan pemulihan ekosistem mangrove di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang terkena tumpahan minyak sumur YYA-1 ONWJ Karawang.
tirto.id - Pertamina Hulu Energi (PHE) berjanji akan memulihkan kawasan mangrove yang rusak akibat tumpahan minyak anjungan YYA-1 blok Offshore North West Java (ONWJ). Langkah ini nantinya akan dilakukan dengan penanaman ulang dan pembersihan ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

“Kami berupaya memulihkan kondisi lingkungan, area mangrove terdampak akan ditanam kembali dan akan dipulihkan dengan cara pembersihan dan biostimulasi yang disesuaikan dengan karakteritik ekosistem mangrovenya,” ucap VP Relations PHE Ifki Sukarya dalam keterangan tertulis yang diterima reporter Tirto, Minggu (22/9/2019).

“Komitmen kami akan memulihkan lingkungan terdampak seperti semula,” tambahnya.

Pemulihan mangrove ini rencananya dilakukan pada tiga wilayah utama yang terdampak yaitu di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan survei Institut Pertanian Bogor (IPB), Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK), serta Dinas Lingkungan Hidup wilayah bersangkutan.

Di Kabupaten Karawang misalnya ekosistem ekosistem mangrove yang menjadi sorotan antara lain Desa Pusakajaya Utara, Desa Sungai Buntu, Desa Sedari, hingga Desa Cemarajaya. Lalu di Kabupaten Bekasi, ada Desa Pantai Bahagia dan Pantai Bakti. Sementara Kepulauan Seribu, upaya pemulihan akan dilakukan pada pulau yang terdampak tumpahan minyak.

Ifki menyatakan bahwa anak usaha Pertamina ini juga akan memberi perhatian pada terumbu karang yang mungkin terdampak akibat tumpahan minyak di laut lepas. Ia mengatakan akan melakukan restorasi menggunakan metode transplantasi.

“Sedangkan untuk terumbu karang, akan dilakukan program transplantasi mangrove dengan inovasi modul honai,” ucap Ifki.

Peristiwa bocornya sumur YYA-1 ONWJ ini sudah berlangsung sekitar 3 bulan. Hingga hari ini Pertamina masih berupaya melakukan penutupan sumur melalui pengeboran relief well atau sumur baru untuk menguras sumur yang mengalami kebocoran.

Pertamina mengaku saat ini belum dapat memberitahu apa penyebab dari kebocoran sumur ini. Investigasi menurut perusahaan plat merah itu baru bisa dilakukan usai penutupan sumur rampung. Audit internal yang dilakukan juga kabarnya masih berlangsung dan belum ada hasil yang dapat diberitahukan kepada publik.


Baca juga artikel terkait TUMPAHAN MINYAK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana
DarkLight