Dampak COVID-19

Persita Ajukan Syarat pada PSSI Jika Ingin Lanjutkan Liga 1 2020

Oleh: Hendi Abdurahman - 3 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Meski sepakat Liga 1 2020 dilanjutkan, Persita ajukan satu syarat: kompetisi digelar pada bulan Oktober.
tirto.id - Persita Tangerang menyetujui apabila Liga 1 2020 dilanjutkan sebagaimana usulan PSSI dalam rapat virtual pada Selasa (2/6/2020) kemarin. Meski begitu, manajemen Pendekar Cisadane memberikan syarat, yakni agar kompetisi digelar pada bulan Oktober 2020.

Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara, mengatakan dalam rentang waktu empat bulan klub-klub bisa mempersiapkan skuad dengan maksimal. Tak hanya itu, PSSI juga mesti mengkaji beberapa hal agar pelaksanaan liga benar-benar optimal, termasuk melihat perkembangan COVID-19 di beberapa daerah.

“Kami melihat paling ideal itu di bulan Oktober [liga berlanjut]. PSSI memiliki waktu yang panjang untuk melakukan kajian-kajian termasuk melihat kondisi di tiap daerah bagaimana,” ucap I Nyoman seperti dilansir Antara, Rabu (3/6/2020).

Kompetisi Liga 1 2020 dilaporkan bakal kembali digelar dan dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2020. Rencana lainnya yaitu seluruh pertandingan akan terpusat di Pulau Jawa, serta tak ada degradasi untuk Liga 1.

“Memang paling ideal dan paling aman itu Liga 1 digulirkan kembali Oktober, bukan September seperti wacana yang mengemuka,” tambah I Nyoman.

Hal ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh General Manager Arema FC, Rudy Widodo. Meski setuju jika liga berlanjut pada Oktober, tetapi Rudy menuturkan, alangkah lebih baiknya bila kompetisi bisa berjalan lebih cepat.

Sementara itu, berbeda dengan musim-musim sebelumnya, klub yang akan promosi dari Liga 2 ke Liga 1 hanya dua tim saja, yakni juara dan runner-up. Tahun-tahun sebelumnya, jatah promosi didapat oleh tiga klub terbaik.

Syarat lainnya yang dikemukakan Persita terkait kelanjutan Liga 1 2020 yaitu mencari daerah yang dirasa paling aman apabila nantinya laga hanya akan digelar di Jawa. Menurut data yang dihimpun dari covid19.go.id, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu mencapai 7.541.

Peringkat kedua dan ketiga dengan daerah kasus terbanyak adalah Jawa Timur dengan 5.135 kasus dan Jawa Barat 2.314. Adapun provinsi Jawa Tengah di posisi lima dengan 1.432 kasus.

Menurut I Nyoman, pembahasan mengenai pemilihan tempat dirasa penting sebagai langkah antisipasi bagi seluruh klub. Apalagi, katanya, tak ada yang bisa menjamin persebaran virus bisa terhenti kendati protokol kesehatan diperketat. “Bagi kami kalau harus jalan bulan September harus mencari tempat yang paling aman. Tak ada yang bisa menjamin di pertandingan,” ucapnya.


Baca juga artikel terkait LIGA 1 2020 atau tulisan menarik lainnya Hendi Abdurahman
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Hendi Abdurahman
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Ibnu Azis
DarkLight