Persaingan Honda dan Yamaha Merebut Pasar Skutik 150cc

Infografik Persaingan Skutik 150cc
Sesi test ride Honda ADV150 yang digelar PT Astra Honda Motor di The Springs Club BSD, Jumat (19/7/2019). tirto.id/Dio Dananjaya
Oleh: Dio Dananjaya - 29 Juli 2019
Dibaca Normal 3 menit
Setelah Yamaha dan Honda, Suzuki pun siap meluncurkan jagoan di segmen skutik 150 cc. Seperti apa persaingan di kelas sepeda motor terpanas ini pada tahun ini?
tirto.id - Kelas skuter otomatis (skutik) 150cc di Indonesia barangkali mulai ramai sejak Yamaha meluncurkan NMAX pada tahun 2015. Seketika pabrikan garpu tala langsung kebanjiran order, bahkan sampai setahun berselang peminat NMAX masih harus merasakan inden mengular sebelum resmi meminangnya. NMAX bisa dibilang sukses membuka lahan baru di kelas skutik high end.

Memasuki usia empat tahun, NMAX masih jadi salah satu motor favorit konsumen Yamaha. Bahkan penjualan sepeda motor yang masuk dalam kategori Maxi Yamaha ini disebut telah menggeser skutik Mio yang berada di segmen entry level.

"Maxi Series jadi yang paling diminati saat ini, penjualan NMAX bahkan lebih tinggi daripada Mio. Namun, jika dibandingkan dengan peak-nya Mio waktu dulu masih belum," ujar Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Yordan Satriadi saat ditemui Juni lalu di ajang Jakarta Fair Kemayoran 2019.

Yamaha tak menyebut secara rinci berapa pangsa pasar yang dikuasai, khususnya di segmen skutik 150cc. Yordan hanya kasih isyarat, konsumen skutik di kelas ini cukup banyak. Mulai dari mereka yang naik kelas dari skutik entry level, sampai mereka yang pindahan dari segmen sport.

"Tren sport memang demand-nya cenderung lebih ke arah hobi, makin lama peminatnya itu mulai shifting ke skutik yang dimensi besar," sambung Yordan pada kesempatan yang sama.

Untuk menemani NMAX, di kelas skutik 150cc Yamaha juga punya Aerox 155 yang saling bahu-membahu mendongkrak penjualan. Aerox berada di segmen energetic dan sporty, dijual sekitar Rp23,92 juta sampai Rp27,77 juta. Sementara NMAX yang lebih calm dan elegant dibanderol Rp27,54 juta hingga Rp31,15 juta (OTR Jakarta per Juli 2019).

PT Astra Honda Motor (AHM) pun tak tinggal diam. Sekitar akhir 2017, Honda PCX 150 diluncurkan sebagai pesaing terdekat NMAX di kelas skutik 150cc. PCX ditawarkan dengan harga mepet NMAX, yakni di kisaran Rp28,6 juta hingga Rp31,6 juta pada Juli 2019 untuk skema on the road Jakarta.


Setahun berikutnya Honda turut memperkenalkan PCX Hybrid yang dibanderol Rp 42,1 juta. Perlu diketahui, sebelumnya Honda juga memiliki SH150i yang bermain di segmen lebih premium dan Vario 150. Artinya, Honda sebetulnya telah memiliki empat skutik di kelas 150cc untuk menantang Yamaha. Namun, apakah pabrikan berlogo sayap ini puas?

Sepertinya belum. Honda lewat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 baru saja menghadirkan ADV150, sebuah skutik 150cc bergaya khas motor dual purpose. Honda mengatakan, kehadiran model ini menjawab konsumen yang butuh sepeda motor untuk penggunaan sehari-hari dan perjalanan jarak jauh.

"Saat ini PCX telah diterima dengan baik sebagai skutik yang mewah dan premium. Kami meyakini ADV150 akan diterima sebagai skutik yang memberikan kesenangan dalam berkendara. Jadi, kami akan memiliki dua model yang kuat di segmen ini," kata Marketing Director PT AHM Thomas Wijaya saat peluncurannya (18/7).

Riset AHM menunjukkan pasar skutik telah mengalami pertumbuhan signifikan dari waktu ke waktu, pun begitu pada segmen lebih spesifik di kelas 150cc. Thomas menjelaskan, pada 2016, penjualan skutik telah mencapai 4,68 juta unit dalam setahun. Angkanya terus bertumbuh menjadi 4,85 juta unit pada 2017, dan 5,4 juta unit tahun 2018.

"Skutik 150cc semakin digemari karena berhasil menjawab tantangan pasar. Dari jumlah itu, pada 2015 market share skutik 150cc hanya sekitar 12 persen, namun tahun 2018 lalu sudah 23 persen dari total penjualan skutik di Indonesia," lanjutnya.

Jadi Tren Tersendiri

Honda ADV150 yang baru meluncur ditawarkan dalam dua varian, tipe CBS berharga Rp33,5 juta dan tipe ABS dengan banderol Rp36,5 juta. Dari sisi harga, ADV150 hanya berselisih Rp1,9 juta dari PCX tipe paling mahal.

Sementara jika berbicara soal produk, ADV150 sebetulnya menggunakan basis yang sama dengan PCX 150. Kazuyo Minowa, ADV150 Large Project dari Honda R&D Southeast Asia, mengatakan bahwa mesin dan rangka ADV150 sama persis dengan PCX 150.


"Perbedaaan terletak pada karakter mesin ADV150 yang lebih bertenaga di putaran bawah, sehingga lebih baik dalam kondisi stop and go. Sementara chassis-nya dibuat lebih pendek sedikit untuk menyesuaikan desain yang berbeda dari PCX 150," ungkapnya di ajang GIIAS 2019.

Dengan banyaknya pilihan di kelas skutik 150cc, tentu bakal membuat perebutan pangsa pasar antara Honda dan Yamaha di kelas ini makin kompetitif. Namun, di saat yang sama, langkah ADV150 boleh jadi justru dapat mengancam bahkan membunuh penjualan skutik 150cc milik Honda lainnya.

Thomas pun mengakui, hal tersebut bisa saja terjadi. Namun, ia yakin ADV150 akan membentuk pasar dan populasi yang berbeda dari PCX 150. "Memang kami perkirakan produk ini akan sedikit memakan pasar PCX, tapi kalau dilihat konsepnya meski sama-sama 150cc punya karakter berbeda dan konsumen tersendiri," terangnya.



Suzuki sebagai pesaing terdekat dari kedua merek, belum menunjukkan gelagat akan menghadirkan sepeda motor di level yang sama dalam waktu dekat. Meski begitu pabrikan berlogo ‘S’ ini mengapresiasi langkah yang dilakukan Honda, terutama karena berani mencoba hal baru dengan meluncurkan produk skutik 150cc di luar tren.

Department Head of Sales Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya berujar jika tren yang banyak berkembang saat ini adalah skutik besar dengan desain elegan yang agak membulat. Akan tetapi Honda malah membuat produk yang lebih meruncing dan bergaya adventure bike.

"Itu menurut saya sangat bagus. Artinya, sejak kemunculan motor itu pasar sepeda motor jadi berubah. Sebelumnya selalu yang gemuk-gemuk, sekarang tidak lagi," saat ditemui di booth Suzuki di ICE BSD City (25/7).


Menurutnya pasar Indonesia selalu berubah-ubah, begitu juga dengan model yang diminati oleh konsumen. Sepertinya hal ini pula yang jadi pertimbangan Suzuki sebelum benar-benar terjun di segmen skutik 150cc. Yohan mengatakan, pihaknya sudah ada rencana namun memilih sikap lebih hati-hati dan belum mau terbuka mengenai konsep kendaraan tersebut.

"Soal itu tentu saja kami mau, jelas mau. Tapi saat ini masih belum ke arah sana, masih dibicarakan. Karena kita semua juga tahu, market-nya pasti sangat besar," imbuh Yohan.

Melansir dari CNN Indonesia, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, pun memprediksi jika skutik di kelas 150cc seperti NMAX atau PCX masih akan digemari tahun ini.

Hal ini berdasarkan penjualan pada tahun 2018 yang menempatkan skutik sebagai segmen terlaris mencapai 86 persen dari semua jenis sepeda motor. "[Tahun ini] kelihatannya sih mengarah ke bodi besar, skutik bongsor di tahun 2019," ucap Sigit.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI OTOMOTIF atau tulisan menarik lainnya Dio Dananjaya
(tirto.id - Otomotif)

Penulis: Dio Dananjaya
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight