Menuju konten utama

Pernah Bilang Keluarganya Tak "Mroyek", Kok Jokowi Biarkan Bobby?

Bobby Nasution, menantu Jokowi, menggarap proyek perumahan di Sukabumi, padahal Jokowi pernah bilang keluarga tak bakal ikutan proyek negara.

Pernah Bilang Keluarganya Tak
Presiden Joko Widodo bersama ibu negara Iriana Joko Widodo beserta anak dan cucu Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu dan Jan Ethes dan menantu Selvi Ananda Bobby Nasution mengenakan seragam adat Mandailing ketika berfoto bersama pada resepsi 'ngunduh mantu' pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/11/2017). ANTARA FOTO/Septianda Perdana

tirto.id - Bobby Alif Nasution, menantu Joko Widodo, kini tengah menggarap proyek perumahan di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Proyek itu digarap perusahaan milik Bobby, PT Wirasena Citra Reswara (WCR) dengan kerja sama Bank BTN dan pemerintah.

Di PT WCR, Bobby menjabat sebagai Presiden Komisaris. Proyek yang digarap PT WCR adalah bagian program nawacita. “Semua anggaran sesuai aturan pemerintah, begitu juga perbankan sesuai yang ditunjuk pemerintah,” kata Bobby, Senin (21/1/2019).

Wakil Sekretaris Jenderal Tim Kampanye Nasional (TKN) Verry Surya Hendrawan keterlibatan Bobby dalam proyek itu tak perlu dipermasalahkan. Menurut Verry, Bobby sudah menjadi kontraktor jauh sebelum menikahi Kahiyang Ayu dan kini tercatat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia Bidang Perizinan.

Verry menegaskan apa yang dilakukan Bobby bukan memanfaatkan statusnya sebagai mantu Presiden Jokowi, apalagi jika Bobby mengikuti tender tersebut sesuai aturan dan tak menyalahi prosedur.

“Kalau sebagai keluarga presiden dan mengikuti sesuai prosedur yang berlaku ya dilanjut saja [proyeknya]. Saya yakin Bobby pasti mengikuti semua prosedur yang berlaku. Ini, kan, kredit ringan saja, ini sesuatu yang orang bisa memperoleh atau mengakses hal tersebut selama capable,” kata Verry kepada reporter Tirto, Jumat (25/1/2019).

Namun, pendapat Verry berkebalikan dengan pendapat Jokowi, saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Lelaki kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini pernah berujar dia dan keluarganya tak akan ikut tender dalam proyek pemerintah DKI untuk menghindari KKN. Ini karena dia besar dalam lingkungan usaha yang produknya diekspor ke sejumlah negara.

“Saya ini memang berasal dari lingkungan dunia usaha yang 100 persen ekspor, keluarga saya juga 100 persen ekspor. Jadi tidak berhubungan dengan proyek, di sini (Jakarta) juga sama,” kata Jokowi, 20 September 2012.

Sementara itu, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Ferdinand Hutahaean tak mau ambil pusing dengan keterlibatan Bobby. “Sah-sah saja, sepanjang dilakukan secara profesional,” ucap Ferdinand kepada reporter Tirto, Ahad (27/1/2019).

Menurut Ferdinand, proyek tersebut menjadi bermasalah ketika Bobby menggunakan statusnya sebagai menantu presiden saat berebut hak untuk pengerjaan proyek tersebut. Namun Ferdinand enggan menuduh Bobby menggunakan keistimewaan tersebut.

Ia hanya menyarankan Bobby untuk tidak mengerjakan proyek yang berkaitan dengan BUMN atau BUMD. Upaya ini untuk menjaga kredibilitas Jokowi agar tidak mencampuradukan proyek pemerintah dengan hubungan keluarga.

“Alangkah baiknya jika memang Bobby tak usah ikut proyek pemerintah agar tak ada keluarga yang main proyek pemerintah,” ucapnya lagi.

Seperti Menjilat Ludah Sendiri

Dosen ilmu Komunikasi dari Universitas Brawijaya, Anang Sujoko memandang aneh keterlibatan Bobby dalam proyek pemerintah di Sukabumi. Menurut Anang, Jokowi seperti menjilat ludah sendiri saat membiarkan Bobby terlibat dalam proyek itu.

Ini dianggap Anang berkebalikan dengan sikap Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.

“Bisa dikatakan bahwa beliau menjilat ludah sendiri. Bisa dikatakan semacam itu. Karena apa yang dikatakan dulu itu justru malah menyerang dirinya sendiri,” kata Anang kepada reporter Tirto, Senin (28/1/2019).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia FISIP Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai keterlibatan Bobby ini harusnya menjadi peringatan bagi Jokowi untuk menjaga keluarga cawe-cawe proyek negara.

“Ya ini jadi catatan Jokowi dalam membatasi keluarganya untuk tidak bermain proyek dan bermain politik. Itu yang harus ditegakan. Anaknya, kan, memang tidak, tapi menantu, kan, juga keluarganya. Itu harus dikritik, tapi memang tidak mudah juga untuk menjaga itu,” kata Aditya kepada reporter Tirto.

Baca juga artikel terkait PROYEK PEMERINTAH atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Mufti Sholih