Menuju konten utama

Perlu Ada Rekonsiliasi Antara Ahok dan Warga Pasar Ikan

Menurut Agus, rekonsiliasi itu sangat dibutuhkan karena sebelumnya Ahok menyatakan akan menggusur kembali rumah-rumah warga yang kembali didirikan warga Pasar Ikan di lokasi penggusuran.

Perlu Ada Rekonsiliasi Antara Ahok dan Warga Pasar Ikan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

tirto.id - Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengatakan perlu adanya rekonsiliasi antara warga Kampung Aquarium Pasar Ikan Penjaringan Jakarta Utara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Agus, rekonsiliasi itu sangat dibutuhkan karena sebelumnya Ahok menyatakan akan menggusur kembali rumah-rumah warga yang kembali didirikan warga Pasar Ikan di lokasi penggusuran.

Permasalahan yang selama ini dihadapi, menurut dia, karena tidak adanya lahan penampungan yang cocok. Kalaupun ada, letaknya sangat jauh dari lokasi warga mencari nafkah.

Komunikasi kedua belah pihak dianggap perlu agar dapat tercipta hubungan baik. Agus mengatakan penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI setahun yang lalu dikarenakan Ahok ingin mencari jalan pintas untuk membebaskan tanah tersebut dari bangunan-bangunan liar. Namun, menurut dia, tanah tersebut memang harus dibebaskan untuk mengurangi banjir.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada komunitas Rujak Center for Urban Studies untuk mendampingi warga kampung Aquarium Pasar Ikan dan memastikan kepemilikan tanah.

Kendati tidak bisa memastikan dan belum melihat kepemilikan dokumen tanah tersebut, Agus mengatakan biasanya tanah yang lokasinya berada di bantaran sungai merupakan tanah milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Yang penting gini, tanah itu milik siapa? Karena di bantaran sungai itu biasanya milik PUPR. Jadi kalau PUPR setuju ya gak papa, tapi kalau gak ya gak bisa. Kan yang pentng tanahnya. Itu soal tanah kan. Kalau tanahnya milik PUPR gubernur gak bisa makai dong,” tutur dia.

Di sisi lain, ia juga sepakat dengan rencana Ahok yang akan menggusur kembali rumah-rumah yang didirikan kembali oleh warga Kampung Aquarium. Sikap tersebut berdasarkan pada penilainnya bahwa tanah tersebut adalah jalur infeksi yang mau tidak mau harus dibebaskan.

“Kalau gak gusur ya gimana, kalau saya sih, kalau gak digusur terus bangunnya gimana? Itu kan bantaran sungai. Gak bisa sembarangan (bangun rumah) itu kan ada di tanah negara itu,” tambah dia.

Sebelumnya, Ahok mengatakan akan kembali menertibkan bangunan liar yang kembali didirikan oleh warga Kampung Aquarium Pasar Ikan Penjaringan Jakarta Utara.

Kendati demikian, Ahok belum bisa memastikan bahwa lahan yang telah digusur setahun yang lalu itu akan digunakan untuk apa. Ia mengklaim, bahwa pihak Pemprov masih menunggu kajian untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai cagar budaya.

Ahok juga sempat menyebutkan bahwa di lokasi tersebut akan dibuat alun-alun dan plaza. Kalau hingga selama ini belum ada pembangunan, hal tersebut semata karena belum selesainya kajian terkait cagar budaya.

Baca juga artikel terkait PENGGUSURAN WARGA JAKARTA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Reporter: Chusnul Chotimah
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto