Periksa Fakta

Periksa Fakta: Surat Suara Berantakan & Narasi KPU Lecehkan Suara

Oleh: Frendy Kurniawan - 30 April 2019
Dibaca Normal 3 menit
Video itu memang menggambarkan masalah pengelolaan logistik pemilu, tapi bukan berarti KPU sengaja melakukannya.
tirto.id - Ada video beredar di media sosial yang menunjukkan gudang penyimpanan surat suara pemilihan umum (pemilu) berantakan. Di platform Facebook, video tersebut dibagikan oleh akun Intan Harny pada 29 April 2019 pukul 1:13 AM. Hingga 30 April 2019, sudah ada 22 ribu pengguna Facebook membagikan unggahan Intan Harny itu.

Empat video dia bagikan disertai komentar: "RAKYAT INDONESIA DIBUAT MENANGIS MELIHAT HAK SUARA MEREKA DILECEHKAN SEPERTI INI OLEH PENYELENGGARA PEMILU."

Dari empat video tersebut, dua di antaranya terdengar suara komentar orang. Di satu video, beberapa orang berseru dalam bahasa Sunda, “Surat suara nepika balatak balatak balatak. Kacau, kacau. Sejarah euy, ieu pemilu mani kieu.”

Artinya: "Surat suara sampai berantakan berantakan berantakan. Kacau, kacau. Sejarah, nih, pemilu kok begini amat."

Fact Check gudang surat suara KPU berantakan
undefined


Tidak ada keterangan kapan dan di mana situasi dari video itu terjadi. Melihat komentar pengguna Facebook terhadap unggahan itu, selain sikap prihatin, ada persepsi pemirsa yang muncul. Video tersebut dilihat sebagai "bukti" bahwa penyelenggaraan pemilu berlangsung buruk.

KLAIM

Tanpa keterangan yang jelas, dan konteks, potongan video Intan Harny diklaim sebagai pelecehan oleh penyelenggara pemilu. Seperti tersurat dalam komentar Intan Harny: “RAKYAT INDONESIA DIBUAT MENANGIS MELIHAT HAK SUARA MEREKA DILECEHKAN SEPERTI INI OLEH PENYELENGGARA PEMILU.”

Tapi, bagaimana faktanya?

FAKTA

Itu Video Lawas

Temuan pertama dalam pemeriksaan fakta adalah: lokasi kejadian video terjadi di salah satu gudang KPU tempat penyimpanan surat suara, yakni di Bale Rance, Kabupaten Cianjur. Anda dapat membandingkan video Intan Harny dengan beberapa artikel berita online seperti di Kompas.com dan dara.co.id.

Ada kesamaan visual antara tampilan di dalam ruangan (interior) gedung dalam video dengan foto artikel berita online. Salah satunya adalah gorden berwarna merah.

Kami juga mendapati bahwa video Intan Harny adalah video unggahan ulang. Petunjuknya? Akun Facebook bernama Rezha Jurex Ferdiansyah Gk telah mengunggah video-video yang sama pada 17 April 2019 pukul 7:19 AM. Rezha bahkan diketahui melakukan live video pada momen itu.

Kepastian soal waktu kejadian turut diperkuat dengan artikel berita online yang menyebut, “Panitia Pemungutan Suara (PPS) masih kelimpungan mencari kekurangan surat suara dan perlengkapan logistik lainnya di gudang 2 KPU Cianjur, Bale Rancage, Cianjur, Jawa Barat pada 17 April 2019”.

Konteks yang Terjadi dalam Video Tersebut

Video unggahan Intan Harny adalah suasana pada 17 April 2019 di sebuah gudang KPU Cianjur, di Bale Rancage, Cianjur, Jawa Barat; lantas apa konteks peristiwa dalam video itu?

Kami menghubungi Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, dan Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, pada 30 April 2019 untuk mengklarifikasi video ini.

KPU Kabupaten Cianjur

Hilman membenarkan bahwa video yang beredar itu terjadi di wilayahnya. Secara khusus, Hilman menyebut gudang itu sebagai tempat penyimpanan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Cianjur.

“Saya pikir kalau itu benar di Cianjur. Itu kondisi tanggal 17 [April 2019]. Mungkin pagi hari. Soalnya sudah kelihatan lowong. Banyak ruang kosong di sana. Kalau yang terjadi ya, itu sebenarnya gudang PPK, PPK Cianjur,” jawabnya.

Suasana distribusi logistik yang sempat berantakan seperti tergambar dalam video itu menurutnya sudah tertangani dengan baik. Hilman menolak anggapan bahwa suasana distribusi logistik yang berantakan itu disebut sengaja dilakukan orang tertentu, termasuk panitia PPS.

“[Jika ada] berita tentang KPPS, PPS, memporak-porandakan kota suara itu ndak betul. Enggak ada benarnya sama sekali. Tidak ada istilah berantakan dalam arti [sengaja melakukannya untuk] surat suara," terangnya.

Ketua KPU Cianjur itu menjelaskan bahwa situasi berantakan di gudang bisa terjadi. Apalagi menjelang hari-H pencoblosan berlangsung. Gudang tersebut adalah gudang tambahan yang digunakan untuk memenuhi kekurangan logistik pemilu di beberapa tempat, khususnya di wilayah Kecamatan Cianjur.

“Gudang KPU bukan di sana sebenarnya, tapi karena ada kebutuhan tambahan, kita gunakan dulu sebelum digunakan PPK [PPK Cianjur]. Hanya sementara itu, hanya beberapa hari sebelum hari H. Untuk mempercepat proses distribusi dan pengemasan beberapa kecamatan,” ungkapnya.

Terkait beredarnya video dan komentar-komentar yang muncul, Hilman mengatakan pihaknya sebenarnya tidak ingin mengungkit persoalan itu lagi. Baginya, pemungutan suara di wilayah Cianjur sudah berjalan dengan lancar dan suara sedang direkapitulasi.

Bawaslu Kabupaten Cianjur

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, dalam tanggapannya membenarkan bahwa video Intan Harny adalah kejadian di gudang KPU Cianjur, Bale Rancage, Cianjur, Jawa Barat.

“Kalau videonya itu memang di Cianjur. Itu kotak distribusi gudang kecamatan. Jadi, kondisi gudang ya memang begitu, lho, berantakan”, jawabnya.

Dia menambahkan, Bawaslu Kabupaten Cianjur memang mendapat temuan bahwa ada persoalan tata-kelola dalam distribusi logistik pemilu, terutama menjelang hari-H pelaksanaan. Bawaslu Kabupaten Cianjur sudah memberikan saran dan pengawalan terkait hal itu.

“Hasil pengawasan kita memang dari H-2 sampai hari-H itu memang keadaan gudang [seperti yang video tunjukkan] agak kurang ter-manage dengan baiklah. Ada yang begitulah. Karut-marut distribusi logistiknya”, ungkapnya.

Situasi itu bahkan terjadi hingga hari-H, 17 April 2019, seperti tergambar dalam video. Menurut Hadi, bahkan beberapa PPS baru memulai pemungutan suara pada pukul 10 pagi sehingga akhir pemungutan suara itu mundur (lebih dari pukul 1 siang). Namun, secara keseluruhan, proses pemungutan suara tetap berlangsung dengan lancar.

Persoalan buruknya tata-kelola distribusi logistik itu bukan terjadi karena satu faktor. “[Persoalannya] manajerial [pelaksana/KPU] saja. Walaupun kalau dirunut ada juga soal distribusi dari atasnya enggak full. Tapi, memang di kabupaten pun, tata kelolanya enggak baik,” jawabnya.

Soal video yang beredar, Hadi menyatakan pihaknya tidak mempedulikan persepsi warganet, meski gambaran dalam video itu bukanlah hoaks. “Di luar konteks", tegasnya.

KESIMPULAN

Melalui penelusuran fakta ini, didapat bahwa kejadian dalam video berlangsung pada 17 April 2019, pada hari-H pencoblosan dan terjadi di gudang penyimpanan KPU Cianjur, Bale Rancage, Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di PPK Cianjur.

Keterangan dari KPU dan Bawaslu Kabupaten Cianjur membantu memberi konteks video itu. Saat itu, menurut Bawaslu memang ada persoalan tata-kelola distribusi logistik menjelang hari-H sampai hari-H Pemilu di sana,, khususnya di Kecamatan Cianjur. Namun, kedua lembaga tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan pemungutan suara tetap dapat berjalan dengan lancar.

Kami menyimpulkan bahwa informasi video dari akun Facebook bernama Intan Harny benar adanya: ada persoalan distribusi logistik menjelang hari-H sampai hari-H Pemilu 2019 di Cianjur, khususnya di Kecamatan Cianjur.

Akan tetapi, video Intan Harny yang diunggah tanpa memberikan keterangan waktu dan lokasi kejadian, dan konteks ceritanya itu dapat mendorong misinformasi. Sampai pemeriksaan fakta ini, belum ada bukti bahwa persoalan distribusi logistik itu dilakukan secara terencana oleh penyelenggara pemilu.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Politik)

Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight