Perdagangan Saham Mahaka Milik Erick Thohir Dibekukan BEI

Oleh: Hendra Friana - 20 September 2018
Presiden Director Mahaka mengatakan bahwa perusahaannya belum akan meluncurkan aksi korporasi dalam waktu dekat.
tirto.id - Saham PT Mahaka Media Tbk dibekukan untuk ketiga kalinya oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan media milik Erick Thohir itu dibekukan setelah naik tinggi sejak dirinya bergabung ke kubu Jokowi-Ma'ruf sebagai ketua Tim Kampanye.

Meski demikian, Presiden Director Mahaka Adrian Syarkawi mengatakan bahwa perusahaan berkode emiten ABBA itu belum akan meluncurkan aksi korporasi dalam waktu dekat.

"Sampai dengan public expose ini, perusahaan belum memiliki rencana aksi korporasi bentuk apa pun," ujarnya dalam public expose di Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/9/2018).

Andri mengatakan, hingga saat ini perseroan masih memantau pergerakan harga saham yang cenderung mengalami peningkatan karena faktor eksternal. Namun, kata dia, harga nilai saham ABBA hingga saat ini belum mencerminkan nilai perseroan sebenarnya.

Saham ABBA sendiri sebelumnya cenderung stagnan di level Rp50 per saham. Akan tetapi pada Jumat (14/9/2018) pukul 10.25 WIB, harga sahamnya tercatat berada di level Rp155 per lembar.

Geliat saham ABBA mulai terlihat sejak 10 September 2018, sehari setelah Erick Thohir diumumkan menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, harga saham menguat 34 persen ke Rp67 per saham dan dan kembali menguat hingga ke level Rp121 per saham pada 12 September 2018.

Hingga penutupan perdagangan Selasa lalu, saham ABBA kembali hingga ke Rp195. Kemarin, saham ABBA sudah diperdagangkan sebanyak 12.988 kali dengan volume transaksi 3.043.837 lembar saham senilai Rp 55,3 miliar.

Sementara rata-rata harga saham ABBA hingga sore kemarin tercatat berada di level Rp 181,7 per lembar saham dengan harga tertinggi di Rp 195 dan terendah di Rp 143.


Baca juga artikel terkait SAHAM MAHAKA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto