"Kalau itu bisa kita lakukan, ekspornya meningkat, sehingga defisit neraca perdagangan bisa kita selesaikan. Defisit transaksi berjalan kita, current account defisit bisa kita selesaikan," kata Jokowi.

Persoalan defisit perdagangan memang masih jadi momok bagi Indonesia. Ketergantungan impor adalah biang keladinya, beberapa produk fundamental seperti susu, daging, hingga ternak masih harus dipenuhi dari negara lain terutama Negeri Jiran seperti Australia, hingga membuat tebal defisit perdagangan. Di sisi lain, Australia sedang bermasalah dengan industri otomotif, sedangkan Indonesia punya kekuatan di sektor ini, bila dua kepentingan ini disatukan maka bisa saling menguntungkan.



November 2018 jadi momentum yang penting bagi perdagangan kedua negara. Ekspor Indonesia berpeluang bisa terangkat dengan adanya perjanjian bilateral perdagangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Penandatanganan telah dilakukan pada akhir Agustus 2018, tapi poin kerja sama lebih formal sebagai hasil akhir akan selesai dan ditandatangani pada November bulan depan.