Menuju konten utama

Perbedaan Perubahan Sifat Benda Sementara & Tetap Serta Contohnya

Mengetahui perbedaan perubahan sifat benda sementara dan tetap, serta contohnya. 

Perbedaan Perubahan Sifat Benda Sementara & Tetap Serta Contohnya
Ilustrasi Mencair. foto/istockphoto

tirto.id - Sifat suatu benda dapat berubah baik dari segi wujud, warna, maupun komponen lainnya. Perubahan sifat benda terjadi sebagai akibat faktor-faktor tertentu, termasuk pemanasan, pembakaran, pencampuran, pembusukan, hingga pendinginan,

Perubahan sifat benda memungkinkan suatu benda berubah sifatnya misalnya dari padat menjadi cair atau dari cair menjadi uap. Perubahan tersebut bisa terjadi secara sementara atau bahkan tetap.

Namun sebelum mengenal perbedaan antara perubahan sementara dan tetap, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu macam-macam sifat benda.

Sifat benda merupakan karakter atau ciri khas suatu benda yang membedakannya dengan benda lain.

Menurut Choiril Azmiyawati dalam "IPA 5" sifat benda terdiri dari berbagai komponen, meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, hingga bau.

Sifat benda-benda secara umum ada tiga, yaitu padat, cair, dan gas. Perubahan sifat suatu benda meliputi beberapa peristiwa, antara lain:

- membeku, yaitu perubahan sifat benda dari cair ke padat. Contohnya air yang dibekukan di lemari pendingin berubah menjadi es batu;

- melebur, yaitu perubahan sifat benda dari padat ke cair. Contohnya biji besi yang dipanaskan berubah menjadi cair;

- menguap, yaitu perubahan sifat benda dari cair ke gas. Contohnya air yang didihkan yang berubah menjadi uap;

- mengembun, yaitu perubahan sifat benda dari gas ke cair. Contohnya udara buangan dari pendingin ruangan (AC) menjadi air;

- menyublim, yaitu perubahan sifat benda dari padat ke gas. Contohnya kapur barus yang diletakkan di dalam lemari semakin lama semakin mengecil;

- mengkristal, yaitu perubahan sifat benda dari gas ke padat. Contohnya uap air yang mengalami penurunan suhu akan menjadi salju.

Perubahan sifat benda sementara

Perubahan sifat benda secara sementara artinya sifat benda dapat kembali seperti semula sebelum mengalami perubahan.

Sesuai dengan perubahannya yang bersifat sementara, perubahan ini tidak akan menghasilkan zat dalam wujud baru. Perubahan ini juga dikenal sebagai perubahan fisika.

Hal ini memungkinkan sifat benda seperti semula, baik dari wujud maupun kekerasan. Berdasarkan buku "Mengenal Alam Sekitar" terbitan Departemen Pendidikan Nasional, ada beberapa contoh peristiwa perubahan sifat benda sementara, yaitu:

- air yang dipanaskan, di mana uap air dapat menjadi air kembali setelah suhu menurun;

- es batu yang mencair setelah terkena panas atau berada di ruangan terbuka;

- besi cair akibat dipanaskan dapat kembali menjadi besi padat setelah didinginkan.

Perubahan sifat benda tetap

Lain halnya dengan perubahan sementara, perubahan sifat benda secara tetap menyebabkan benda tidak dapat kembali ke wujud semula.

Perubahan sifat benda secara tetap menyebabkan benda memiliki zat penyusun yang baru. Perubahan ini juga dikenal sebagai perubahan kimia.

Hal ini menyebabkan benda berubah secara wujud, kelenturan, bau, maupun komponen penyusunnya. Berikut beberapa contoh peristiwa perubahan sifat benda tetap:

- kayu kering dibakar dengan api menjadi arang;

- buah segar mengalami pembusukan sehingga menghitam, bau, dan lembek;

- singkong yang diberi ragi dan melalui peristiwa fermentasi (pembusukan) berubah menjadi tapai.

Baca juga artikel terkait FISIKA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yandri Daniel Damaledo