Perbedaan Globalisasi, Modernisasi dan Westernisasi serta Contohnya

Oleh: Addi M Idhom - 13 September 2021
Dibaca Normal 3 menit
Apa perbedaan globalisasi, modernisasi, dan westernisasi? Apa saja contoh globalisasi, modernisasi, dan westernisasi?
tirto.id - Istilah globalisasi, modernisasi, dan westernisasi kerap disepadankan, terutama karena tiga proses sosial-budaya tersebut memuat unsur masuknya nilai-nilai dari Barat (negara maju) ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, dari segi konsep, pengertiannya dalam sosiologi, maupun prosesnya, ketiga istilah itu memiliki perbedaan yang besar.

Mengutip laman M-Edukasi Kemendikbud, globalisasi ditandai dengan mendunianya satu tatanan yang tidak mengenal batas wilayah dan membawa sejumlah nilai-nilai global. Salah satu nilai itu adalah modernisasi, selain juga penghormatan pada hak asasi manusia (HAM), demokrasi dan lain sebagainya.

Mengutip modul Indonesia dan Modernisasi terbitan Kemdikbud (2020:15), globalisasi merupakan proses mendunianya banyak hal ketika semua orang dapat berkomunikasi, berinteraksi, bertukar informasi, saling menyerap nilai budaya, tanpa dihalangi batasan wilayah negara. Globalisasi juga meningkatkan hubungan antarbangsa melalui perdagangan, budaya, dan banyak bidang lainnya.


Sedangkan modernisasi merupakan perubahan dari keadaan belum maju menjadi lebih maju, atau proses menuju kehidupan masyarakat yang modern dalam berbagai aspek kehidupan. Kemajuan tersebut ditopang oleh perkembangan dan inovasi teknologi serta ilmu pengetahuan.

Sementara westernisasi berkaitan dengan proses peniruan budaya dari negara-negara Barat oleh masyarakat di luarnya, termasuk negara berkembang seperti Indonesia, tetapi dengan cara tanpa ada seleksi mana yang baik dan buruk.


Perbedaan Globalisasi dengan Modernisasi & Westernisasi

Penjelasan di atas menggambarkan perbedaan antara globalisasi, modernisasi, dan westernisasi. Jika diperinci, sesuai penjelasan di Modul IPS terbitan Kemdikbud (2020) dan sumber yang lainnya, berikut perbedaan globalisasi, modernisasi, dan westernisasi, beserta contohnya.

1. Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses mendunia, yang dimulai dari pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Globalisasi menjadi tantangan karena unsur-unsur budaya dari luar semakin mudah masuk ke setiap negara dan mempengaruhi budaya lokal. Masyarakat di tingkat lokal juga semakin mudah terpengaruh oleh proses politik maupun ekonomi di tingkat global.

Selama ini, globalisasi pun menyebabkan saling ketergantungan antarnegara di dunia. Akibatnya, kini tidak ada negara yang dapat hidup sendiri tanpa adanya bantuan negara lain.


Apa yang membedakan globalisasi dengan modernisasi dan westernisasi adalah, bahwa ia merujuk pada proses menipisnya pengaruh batas-batas wilayah sehingga masyarakat di dunia saat ini lebih mudah terhubung dan saling memengaruhi.

Contoh globalisasi bisa dilihat dalam 2 fenomena berikut:

Pertama, perkembangan internet membuat masyarakat di seluruh dunia saat ini dapat terhubung, dan saling memengaruhi. Melalui internet, penduduk Indonesia misalnya, bisa mengenal budaya di negara lain dan mengetahui informasi dari berbagai penjuru dunia. Internet juga memungkinkan ponsel kini bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan mudah, via pesan, suara maupun video, antara orang Indonesia dengan penduduk negara lain yang jarak geografisnya sangat jauh.

Kedua, sistem demokrasi mulanya berkembang di negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Eropa pada Abad 18. Sekalipun kekuasaan negara-negara Barat menurun dengan berakhirnya kolonialisme pada pertengahan Abad 20, sistem politik demokrasi tetap meluas pengaruhnya. Kini, banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, menerapkan demokrasi jadi sistem pemerintahan dan kenegaraan.


2. Modernisasi

Modernisasi adalah suatu proses transformasi atau perubahan masyarakat menuju arah yang lebih
maju (meningkat) di berbagai aspek kehidupan. Modernisasi pun bisa dimaknai sebagai perubahan dari penggunaan cara-cara tradisional menjadi cara-cara baru yang lebih maju dengan tujuan guna memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Berbeda dari globalisasi dan westernisasi, modernisasi menggambarkan perubahan cara berpikir di masyarakat dari tradisional menjadi modern yang efisien dan praktis.

Itulah kenapa, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pendorong utama proses modernisasi masyarakat. Modernisasi bisa saja terjadi karena globalisasi. Namun, globalisasi tidak selalu memicu modernisasi.


Di Indonesia, banyak sekali contoh modernisasi yang sudah terjadi dalam berbagai sektor, seperti pertanian, perdagangan, industri, hingga kehidupan sosial-budaya masyarakat.

Contoh modernisasi bisa dicermati dalam fenomena yang terjadi di Indonesia sebagai berikut:

Pertama, sejak beberapa dekade silam telah terjadi modernisasi di sektor pertanian Indonesia. Hal itu terlihat dari penggunaan mesin untuk pengolahan lahan, teknik irigasi yang lebih maju, pupuk dan obat kimia, verietas benih unggul, hingga alat pengolahan hasil panen yang lebih efisien.

Jika dahulu kala banyak petani menggunakan kerbau untuk membajak sawah, saat ini mayoritas pengolahan lahan pertanian dilakukan dengan traktor. Penggunaan mesin dan teknik-teknik baru itu membuat aktivitas pertanian lebih efektif dan efisien. Namun, di luar manfaat besarnya, proses modernisasi itu pun membawa dampak negatif seperti hilangnya lapangan pekerjaan sebab tenaga manusia digantikan mesin, rusaknya kualitas tanah karena pemakaian pupuk kimia berlebihan dan lain sebagainya.

Kedua, contoh modernisasi yang paling mudah dilihat ialah di sektor transportasi. Pada awal abad 20, mayoritas warga Indonesia masih lebih sering bepergian dengan sepeda, kereta kuda, bahkan jalan kaki untuk menempuh jarak puluhan kilometer. Sekarang, kebanyakan masyarakat Indonesia bepergian menggunakan sepeda motor, mobil, pesawat, kereta api, serta kapal mesin yang sudah menggantikan perahu. Kegiatan perjalanan saat ini jauh lebih efektif dan efisien karena kehadiran sarana transportasi yang dimodernisasi. Namun, ada pula dampak negatifnya, seperti polusi udara di berbagai kota besar dan kemacetan akibat banyaknya kendaraan bermotor di jalanan.

3. Westernisasi

Westernisasi adalah peniruan gaya hidup kebarat-baratan. Westernisasi lebih mengarah pada sikap dan perilaku karena menganggap gaya hidup dari Barat lebih tinggi dan bergengsi daripada budaya lokal.

Dengan demikian, pengertian westernisasi adalah peniruan cara hidup dalam kebudayaan negara-negara Barat yang dianggap lebih baik daripada budaya lokal.

Modernisasi dan westernisasi sering kali dianggap serupa, meskipun pada dasarnya kedua proses ini berbeda. Namun, modernisasi memang kerap diikuti gejala westernisasi di masyarakat.

Adalah benar bahwa keduanya merupakan salah bentuk meluasnya pengaruh negara-negara Barat di dunia. Dalam modul Guru Pembelajar Sosiologi terbitan Kemdikbud (2016), dijelaskan sebagian ahli menganggap modernisasi mencakup transformasi kehidupan tradisional, dalam arti teknologi dan organisasi sosial, menuju pola ekonomis maupun politis yang menjadi ciri negara-negara Barat yang stabil.


Namun, merujuk penjelasan di laman libretexts, pandangan seperti itu sebenarnya adalah warisan kolonialisme. Sebab, modernisasi dimaknai sebagai perubahan sosial-budaya-ekonomi di negara-negara berkembang yang terjadi dengan mengadopsi kemajuan dari negara-negara Barat.

Definisi seperti itu menyiratkan makna bahwa masyarakat dari negara-negara Barat lebih superior apabila dibandingkan dengan masyarakat Timur.

Padahal, tidak seharusnya demikian. Karena itu, modernisasi lebih tepat dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dengan mengadopsi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini berkembang, baik di dunia Barat maupun Timur. Semakin maju ilmu pengetahuan, proses penggunaan teknologi bisa lebih besar manfaatnya dan diminimalisir efek negatifnya.

Sementara peniruan dan pengagungan budaya Barat lebih tepat didefinisikan sebagai westernisasi. Contoh westernisasi atau imitasi budaya barat adalah sebagai berikut: lebih menyukai gaya hidup bebas seperti di negara-negara Barat; lebih menyukai produk impor dari Barat ketimbang barang lokal; suka meniru gaya busana kebarat-baratan; lebih menghargai kesenian Barat daripada lokal; dan lain sebagainya.

Baca juga artikel terkait GLOBALISASI atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Addi M Idhom
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight