Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Negara: RI, Malaysia, hingga Turki

Penulis: Dhita Koesno, tirto.id - 27 Okt 2020 13:45 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Perayaan Maulid Nabi di berbagai negara: dari Indonesia, Malaysia, Maroko, Turki, hingga Palestina.
tirto.id - Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020. Maulid Nabi merupakan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim menjadikan hari lahir Muhammad pada 12 Rabi'ul Awal ini sebagai hari libur nasional, seperti di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Turki.

Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Negara


Berikut ini perayaan Maulid Nabi Muhammad dari beberapa negara yang dilansir dari berbagai sumber:


1. Indonesia

GUNUNGAN MAULID NABI
Sejumlah orang mengusung gunungan terbuat dari rangkaian hasil bumi saat digelar Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (1/12/2017). ANTARA FOTO/Siswowidodo


Peringatan Maulid Nabi SAW di Tanah Air dilakukan dengan berbagai ekspresi.

Masyarakat Jawa, misalnya, merayakan Maulid dengan membaca manakib Nabi Muhammad dalam Kitab Maulid Barzanji, Maulid Simtud Dhurar, Diba’, Saroful Anam, Burdah, dan lain-lain, demikian seperti dikutip situs NU.

Selesai membaca manakib Nabi Muhammad, biasanya masyarakat menyantap makanan bersama-sama yang disediakan secara gotong royong oleh warga.

Hal ini dilakukan masyarakat Muslim bukan semata-mata bergembira merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga bersyukur atas teladan, jalan hidup, dan tuntunan yang dibawa oleh Nabi.

Kemudian di Yogyakarta, ada perayaan yang biasa disebut Grebeg Maulud, di mana Sri Sultan Hamengku Buwono akan memberikan santapan yang telah diberkahi kepada rakyatnya.

Makanan dibentuk menjadi gunungan untuk dibawa dalam prosesi di pundak para pengikut istana dari keraton ke Masjid Agung Kauman untuk dibagikan.

Cara ini untuk membangun solidaritas antara istana dan rakyat. Dalam bahasa Jawa disebut manunggaling kawulo gusti (penyatuan hamba dan tuan).

Sementara di Sulawesi Selatan, perayaan Maulid tersebut dinamakan Maudu Lompoa atau Maulid Akbar. Bahkan dirayakan lebih ramai dari hari raya Idul Fitri.

MAUDU ADAKA RI GOWA
Warga berebut telur dan berbagai hasil bumi saat perayaan Maudu Adaka Ri Gowa (Maulid di Gowa) di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (8/12/2017). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe


Dalam perayaan ini, warga mengarak replika perahu Pinisi yang dihias beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai. Salah satu daerah yang terkenal dalam perayaan ini ialah Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Setelah dipamerkan, replika perahu sepanjang lima meter tersebut diangkat dan diarak warga keliling desa. Sepanjang acara, tabuhan gendang atau seni musik Gandra Bulo khas masyarakat lokal terus terdengar.

Di dalam perahu, disimpan makanan nasi ketan khas Makassar atau biasa disebut Songkolo dan dihias telur berwarna-warni. Sajian makanan ini melambangkan bahtera yang membawa berkah bagi masyarakat Cikoang.

Secara historis, perayaan Maudu Lompoa ini melambangkan sejarah masuknya agama Islam di wilayah selatan pulau Sulawesi yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab.


2. Malaysia

Perayaan Maulid Nabi di Malaysia tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Ada pengajian akbar, pembacaan manakib Nabi, dan lain sebagainya.

Sama seperti di Indonesia, Maulid Nabi adalah hari libur di Malaysia di mana sekolah, kantor, hingga pemerintahan tutup.

3. Maroko

Sultan Maroko suka sekali merayakan hari lahir Nabi, terutama pada masa pemerintahan Sultan Ahmad al-Mansur. Sultan ini memerintah pada akhir abad ke-10.

Ketika waktu Subuh di hari kelahiran Nabi, Sultan akan pergi keluar dan melaksanakan shalat berjamaah bersama rakyat. Setelah itu raja akan duduk di tempat yang telah disediakan. Sedangkan orang-orang duduk di tempatnya masing-masing.

Setelah itu pengkhotbah akan berkhotbah dan berbicara tentang keutamaan Nabi Muhammad dan mukjizatnya. Kisah kelahiran Nabi Muhammad juga diceritakan.

Saat pengkhotbah mengakhiri ceramahnya, orang-orang melantunkan puisi dan pujian kemudian ditutup dengan prosesi makan bersama oleh seluruh komunitas.


4. Brunei Darussalam

Brunei Sultan Insulted
Pada 5 Juli 2017, file foto ini, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei menyampaikan pidato selama peluncuran Catatan Peringatan HUT ke-50 Perjanjian Pertukaran Mata Uang antara Singapura dan Brunei di Istana di Singapura. Sultan Brunei telah mengajukan keluhan pencemaran nama baik kepada polisi Indonesia tentang akun Instagram yang mengkritik pemimpin otokratis kaya dari negara terkecil di Asia Tenggara itu. (Foto AP / Wong Maye-E, File)


Kesultanan Brunei memiliki tradisi yang sudah turun-temurun dalam memperingati Maulid Nabi. Berbagai macam kegiatan keagamaan diselenggarakan untuk memeriahkan Maulid Nabi.

Puncak kegiatan Maulid Nabi adalah acara “Pararakan Agung.” Kebawa Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolqiah Mu’izzadin Waddaulah Sultan yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam memimpin langsung acara tersebut.

Saat Pararakan Agung, Sultan dan kelompok masyarakat Brunei berjalan menyusuri seluruh kota kota Bandar Seri Begawan sepanjang 4,3 km. Sambil mengenakan pakaian yang menarik, mereka melantunkan shalawat sepanjang jalan.

Pasukan atau kelompok yang menarik akan mendapatkan penghargaan. Sementara malam sebelum perayaan puncak tersebut, digelar pembacaan rawi Maulid Syaraful Anam di Istana Nurul Iman.

5. Mesir

MAULID NABI MESIR
Muslim Sufi Mesir menjalani ritual Zikir (doa) saat peringatan 'Mawlid al-Nabawi' atau hari lahir Nabi Muhammad di depan masjid Al-Hussein di kota tua Kairo, Mesir, Jumat (1/12). ANTARA FOTO/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh


Perayaan Maulid Nabi di Mesir sangat meriah. Ada banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan pada waktu ini.

Aspek yang paling menonjol dari perayaan di Mesir termasuk membeli boneka permen, yang tersedia dalam dua bentuk; pengantin untuk anak perempuan dan penunggang kuda untuk anak laki-laki.

Permen dibuat sebagai figur manis yang sulit untuk dimakan anak-anak. Sebelum dibeli, boneka tersebut dihias dengan kain dan benda berwarna lainnya.

Di lingkungan Mesir yang padat, banyak tempat telah didirikan yang menjual boneka permen ini serta permen kacang lainnya.

Tempat ini menggunakan lampu terang di malam hari sebagai cara untuk menarik pelanggan.

6. Turki

Perayaan Maulid Nabi di Turki
Ilustrasi Tari Darwis. foto/IStockphoto


Umat Muslim Turki menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi di masjid-masjid. Mereka berbondong-bondong ke masjid untuk berdoa dan membaca pujian-pujian untuk Nabi Muhammad saw.

Seperti diwartakan laman NU Online, kegiatan-kegiatan keagamaan juga diselenggarakan di beberapa masjid seperti Masjid Istanbul, Ankara, Bursa, Edirne, Gaziantep, Hatay, Konya, Hakkari dan Sanliurfa.

Turki juga memiliki tradisi khas dalam memperingati Maulid Nabi, yakni melakukan tarian Darwis. Biasanya dilakukan oleh penari terkenal Turki di Karavas Veli, Dervish Lodge, Bursa, Turki. Tarian Darwis dilakukan para pria sambil berputar-putar.


7. India

Saat perayaan Maulid Nabi di India, kaum perempuan biasanya akan berbondong-bondong pergi ke tempat suci, Hazrabal untuk menyaksikan secara langsung sehelai jenggot milik Nabi Muhammad Saw.

Sementara para kaum laki-laki akan mendedikasikan waktu yang mereka miliki untuk sholat berjamaah di Mesjid dan umumnya dilakukan pada malam hari.

Pada perayaan itu pula akan banyak penjaja makanan tradisional India di sekitar tempat suci tersebut.

8. Palestina

Para pria di Palestina biasanya akan menyanyikan lagu-lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW di sepanjang jalan Nablus, Palestina.

Sementara anak-anak yang ada di jalan Nablus akan mendapatkan permen selama peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw.

9. Rusia

Di Rusia, perayaan Maulid Nabi merupakan salah satu sarana untuk mensyiarkan agama Islam, khususnya kepada kalangan non-Muslim Rusia. Maulid Nabi di Rusia juga menjadi ajang silaturahim antar umat Islam di sana.

Perayaan Maulid Nabi di Rusia juga diisi dengan pembacaan kasidah dan puisi pujian untuk Nabi Muhammad, pengajian, pameran kaligrafi, peluncuran kitab-kitab keislaman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia, dan pengenalan beberapa organisasi Islam di Rusia.


Baca juga artikel terkait MAULID NABI 2020 atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH

DarkLight