Peralihan Moda Transportasi Saat Mudik 2019 Dinilai Wajar

Reporter: Vincent Fabian Thomas - 31 Mei 2019 19:57 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Infrastruktur jalan darat yang telah membaik membuat peralihan moda angkutan yang digunakan oleh penumpang saat mudik Lebaran 2019.
tirto.id - Pemerintah menyebut kewajaran terjadi perubahan pola penggunaan moda transportasi dari angkutan udara pada arus mudik Lebaran 2019.

Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan, peralihan masyarakat yang tak lagi menggunakan angkutan udara justru dapat menekan harga tiket pesawat.

"Dengan tol semakin membaik berarti ada alternatif penumpang untuk moda darat. Cara menurunkan harga mulai masuk ini. Persaingan antarmoda kalau berlanjut [tarif] angkutan udara akan turun. Kalau gak, dia gak bisa bertahan," ucap Iskandar kepada wartawan usai konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian, Jumat (31/5/2019).


Iskandar juga mengatakan, saat ini persaingan memang dapat menjadi salah satu kunci untuk mengatasi harga tiket yang mahal.

Sejumlah ekonom pun sudah lama mendesak pemerintah untuk segera memperhatikan struktur persaingan yang berujung pada duopoli, yakni satu pasar dikuasai dua perusahaan.

Pasar angkutan udara, kata dia, dapat dikerjakan oleh alternatif jenis angkutan selain udara, baik itu darat maupun laut.

"Sebenarnya kompetisi itu bisa diciptakan gak harus [masuk maskapai] asing. Bisa antarmoda. Misal angkutan udara dengan darat dan laut. Sekarang ini kan sudah mulai terjadi fenomena itu ada persaingan antara angkutan udara dan darat, udara dan laut," ucap Iskandar.

Kendati demikian, Iskandar mengakui, mekanisme perpindahan moda transportrasi hanya efektif diterapkan di Pulau Jawa dengan infrastruktur jalan sudah bagus.

"Kalau Jawa memang alternatifnya antarmoda. Di luar Jawa kami lagi diteliti dampaknya [perubahan moda transportrasi] sejauh mana," ucap Iskandar.



Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali

DarkLight