Peraih Nobel 2019 Bidang Pengobatan Ungkap Mekanisme Dasar Sel

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 9 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Nobel Prize 2019 bidang Fisiologi dan Pengobatan diberikan pada tiga orang yang mengungkap mekanisme dasar kehidupan.
tirto.id - Penghargaan Nobel 2019 di bidang Pengobatan diperoleh William G. Kaelin, Peter J. Ratcliffe, dan Gregg L. Semenza. Pengumuman pemenang penghargaan di bidang kesehatan tersebut diumumkan pada Senin (7/20/2019).

Kaelin, Ratcliffe, dan Semenza mencetuskan konsep mekanisme fundamental dalam hidup manusia. Pengumuman ini disiarkan oleh akun twitter The Nobel Prize.

"Berita Terbaru: #NobelPrize 2019 di bidang Fisiologi atau Pengobatan dimenangkan oleh William G. Kaelin Jr, Peter J. Ratcliffe, dan Gredd L. Semenza atas temuan mereka tentang bagaimana sel mengecap dan beradaptasi dengan ketersediaan oksigen."

"Ini menjelaskan bagaimana perubahan lingkungan langsung dapat mempengaruhi regulasi gen dalam tubuh," kata Hellmut Augustin, profesor di Departemen Vasckular Onkologi dan Metastasis di Pusat Riset Kanker Jerman, sebagaimana dikutip DW.

Konsep ini juga menjleaskan bagaimana binatang dapat hidup di lingkungan dataran tinggi dan skenario bomedikal yang beragam dari fase kehamilan, sakit, dan penyembuhan luka.

Makhluk hidup, yaitu hewan dan manusia membutuhkan oksigen untuk mengubah makanan menjadi energi. Ketika hewan atau manusia mengalami perubahan kadar oksigen di sekitarnya, pada ketinggian berbeda (makin tinggi permukaan tanah, makin tipis kadar oksigen di udara), sel akan merubah diri secara mendasar dalam ekspresi gen.

Perubahan tersebut mempengaruhi respons yang bergantung pada oksigen, seperti metabolisme sel, remodeling jaringan, dan detak jantung.

Randall Johnson, profesor Fisiologi dan Patologi Molekuler di Universitas Cambridge menyatakan konsep ini penting dipelajari untuk penerapan praktis seperti naik gunung dan penyembuhan luka.

"Dalam kasus luka misalnya, hanya sebagian tubuh yang menerima sedikit oksigen dari pasokan darah yang buruk," katanya.

Dari konsep ini, kemudian para ilmuwan pemenang Nobel ini menunjukkan komponen mana saja yang berfungsi mengatur respons gen dalam berbagai tingkatan oksigen.

Kunci dari regulasi oksigen dalam tubuh adalah protein kompleks bernama Hypoxia Inducible Factor (HIF) yang secara berkala memproduksi setiap sel dalam tubuh.

Ketika tubuh kekurangan oksigen, hormon Erythropoietin (EPO) meningkat, dan menghasilkan produksi sel darah merah, yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Yang belum jelas adalah bagaimana proses tepatnya penurunan oksigen memicu respons ini.

Peneliti menemukan, ketika kadar oksigen menurun, kadar HIF meningkat dan ketika ini terjadi, protein kompleks yang mengikat segmen DNA dekat gen utnuk EPO, menyesuaikan ekspresi gen dan kadar EPO.

Joachim Fandrey, direktur Institut Fisiologi Universitas Duisburg, Jerman menyebut penemuan ini brilian karena jika sel bermasalah, maka tidak harus membuat sel baru, tetapi hanya perlu merendahkan kadar HIF. Proses ini akan lebih cepat daripada membuat sel baru untuk mengganti sel yang bermasalah.

Jadwal pengumumnan Nobel Prize dilakukan secara bertahap. Nobel Prize di bidang Fisiologi dan Kesehatan adalah yang pertama diumumkan, disusul oleh pengumuman Nobel Prize di bidang Fisika yang diumumkan pada 8 Oktober 2019.

Jadwal pengumuman Nobel, tertera pada laman resmi Nobel Prize, sebagai berikut ini.
  • 9 Oktober 2019 - Pengumuman Nobel bidang Kimia - Royal Swedish Academy of Sciences.
  • 10 Oktober 2019 - Pengumuman Nobel di bidang Literatur - Swedish Academy.
  • 11 Oktober 2019 - Pengumuman Nobel di bidang Perdamaian - Norwegian NObel Institute.
  • 14 Oktober 2019 - Pengumuman Sveriges Riksbank Prize bidang Ilmu Ekonomi in Memory of Alfred Nobel - Royal Swedish Academy of Sciences.

Baca juga artikel terkait NOBEL atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight