Penyumbatan Tuba Falopi Ketahui Gejala Penyebab dan Penanganannya

Oleh: Febriansyah - 18 November 2019
Dibaca Normal 2 menit
Tersumbatnya tuba falopi membuat sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur di rahim, alhasil proses pembuahan tidak terjadi.
tirto.id - Sistem reproduksi wanita terdiri dari ovarium, uterus, dan saluran tuba. Jika masalah medis telah mempengaruhi salah satu dari ketiga bidang ini, maka akan membuat proses hamil lebih sulit.

Ada dua ovarium pada wanita yang masing-masing dari keduanya terhubung ke rahim lewat saluran tuba. Dua ovarium tersebut berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Satu ovarium menyimpan telur dan melepaskannya secara acak, dengan satu ovarium melepaskan telur setiap bulan.

Sebagai contoh, ovarium kanan mungkin melepaskan telur selama 3 bulan berturut-turut, dan kemudian ovarium kiri mungkin melepaskan telur pada bulan berikutnya. Jika satu tuba falopi tersumbat, masih mungkin bagi telur untuk dibuahi. Jika keduanya terblokir, maka kemungkinan kehamilan akan sangat sulit.

Saluran tuba yang tersumbat adalah salah satu kemungkinan penyebab infertilitas (kemandulan) wanita. Istilah medis untuk tuba falopi yang tersumbat adalah oklusi tuba. Biasanya tidak ada gejala pasti dari kondisi ini, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan kondisi tersebut.

Tuba fallopi adalah tabung berotot yang dilapisi dengan struktur seperti rambut yang halus. "Rambut" ini bekerja di dua arah yaitu membantu sel telur keluar dari indung telur ke rahim dan membantu sperma naik dari rahim. Setiap saluran tuba berakhir di fimbriae yang berbentuk seperti jari. Fimbria menangkap dan berfungsi membimbing telur ketika ovarium melepaskannya.


Gejala

Tuba fallopi menghubungkan ovarium ke rahim dan memainkan peran penting dalam kesuburan seorang perempuan. Namun Medical News Today melansir bahwa saluran ini bila tersumbat kerap tidak menunjukkan gejala pasti. Biasanya, penyumbatan baru terdeteksi ketika wanita sudah mengalami 1 tahun usaha untuk hamil tapi tetap tidak berhasil.

Saluran tuba yang tersumbat dapat menyebabkan beberapa wanita mengalami gejala seperti nyeri pada panggul atau perut. Nyeri ini dapat terjadi secara teratur, seperti sekitar waktu haid, atau konstan.

Kadang-kadang, penyumbatan dalam tuba falopi dapat menyebabkan telur yang dibuahi tersangkut. Ini dikenal sebagai kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik mungkin tidak selalu menimbulkan gejala dan biasanya terdeteksi selama pemindaian. Namun, beberapa wanita mungkin mengalami tanda-tanda kehamilan, seperti sakit perut di satu sisi tubuh, atau pendarahan vagina.


Penyebab

Saluran tuba bisa tersumbat karena berbagai alasan, seperti:
  • Riwayat infeksi panggul
  • Lampiran semburan sebelumnya
  • Pernah menderita penyakit menular seksual , seperti gonore atau klamidia
  • Endometriosis atau suatu kondisi yang menyebabkan lapisan rahim tumbuh di luar rahim
  • Riwayat operasi perut
  • Hydrosalpinx, yaitu pembengkakan dan cairan di ujung tuba falopii
Semua kondisi ini dapat mempengaruhi tuba falopi secara langsung. Dalam kebanyakan kasus, kondisi atau prosedur seperti itu menciptakan jaringan parut yang dapat menyumbat tabung.


Pengobatan

Saluran tuba yang tersumbat mungkin sulit diidentifikasi. Tabung dapat membuka dan menutup, sehingga tidak selalu mudah untuk mengetahui apakah mereka tersumbat atau hanya ditutup.

Ada tiga tes kunci untuk mendiagnosis tuba falopi yang tersumbat:

  • Tes X-ray, yang dikenal sebagai hysterosalpingogram atau HSG. Seorang dokter menyuntikkan zat pewarna yang tidak berbahaya ke dalam rahim yang mengalir ke saluran tuba. Noda terlihat pada X-ray. Jika cairan tidak mengalir ke saluran tuba maka saluran tuba mungkin mengalami penyumbatan.
  • Tes ultrasonografi atau dikenal sebagai sonohysterogram. Ini sangat mirip dengan tes HSG tetapi menggunakan gelombang suara untuk membangun gambar tuba fallopi.
  • Operasi lubang kunci atau Keyhole surgery yang juga dikenal sebagai laparoskopi. Seorang ahli bedah akan membuat sayatan kecil di tubuh dan memasukkan kamera kecil untuk mengambil gambar tuba falopii dari dalam. Laparoskopi adalah tes paling akurat untuk melihat saluran yang tersumbat. Namun, dokter mungkin tidak merekomendasikan tes ini sebagai diagnosis dini karena bersifat invasif dan tidak dapat mengobati masalah.


Perawatan dan pembedahan

Stanford Healh Care menyarankan penderita untuk melakukan rekalisasi tuba Fallopii atau fallopian tube recanalization (FTR). FTR adalah prosedur nonsurgical untuk membersihkan penyumbatan di tuba falopi. Rekanalisasi adalah istilah medis untuk "pembukaan kembali."

Prosedur ini tidak memerlukan jarum atau sayatan, tetapi prosesnya akan menggunakan beberapa alat yang akan dimasukkan ke vagina. Berikut beberapa langkahnya:

1. Tempatkan spekulum ke dalam vagina dan masukkan tabung plastik kecil (kateter) melalui serviks ke dalam rahim.
2. Suntikkan zat kontras cair (kadang-kadang disebut pewarna, meskipun tidak ada yang ternoda) melalui kateter.
3. Periksa rongga uterus pada monitor terdekat menggunakan kamera sinar-X.
4. Dapatkan hystero-salpingogram atau HSG. Secara harfiah, itu berarti "gambaran rahim dan tuba".
5. Tentukan apakah ada sumbatan dan apakah terletak pada satu atau kedua tuba fallopi.
6. Masukkan kateter yang lebih kecil melalui kateter pertama dan kemudian ke tuba fallopi untuk membersihkan penyumbatan.

Lebih dari 90 persen prosedur ini dapat membuka kembali atau merekalisasi setidaknya satu tuba falopi yang tersumbat dan mengembalikan fungsi normalnya. Dimungkinkan juga dalam membuka tuba falopi yang tersumbat melalui pembedahan. Namun, ini tergantung pada luasnya jaringan parut dan di mana sumbatannya.

Prosedur ini juga memiliki efek samping. Setelah melakukan rekanalisasi tuba fallopi kebanyakan wanita akan memiliki bercak kecil selama satu atau dua hari sesudahnya.Juga saat mengalami rasa sakit, kram, demam, atau keputihan, lebih baik segera hubungi dokter.


Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Agung DH
DarkLight