Penyisihan Critical Thinking Championship 2022 Digelar 6 Agustus

Penulis: Yandri Daniel Damaledo, tirto.id - 5 Agu 2022 12:56 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Prof. Rhenald Kasali akan berbagi tips berpikir kritis kepada Peserta Critical Thinking Championship 2022 pada 7 Agustus 2022.
tirto.id - Rangkaian acara workshop pra-kompetisi Critical Thinking Championship 2022 telah berlangsung pada 24-31 Juli 2022.

Selanjutnya, akan digelar workshop pada Minggu, 7 Agustus 2022 dengan pemateri Prof. Rhenald Kasali selaku Guru Besar FE Universitas Indonesia.

Rhenald Kasali merupakan Founder Rumah Perubahan, yang akan diselenggarakan secara offline di Rumah Perubahan Jakarta Escape, Bekasi. Bagi masyarakat umum dan peserta kompetisi dapat hadir dalam workshop yang akan datang.

Adapun babak penyisihan pertama Critical Thinking Championship dijadwalkan digelar sebelum workshop ini pada 6 Agustus 2022 secara online.

Hingga saat ini, hampir 100 peserta dari 13 daerah telah terdaftar untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Bagi peserta yang ingin menyaksikan workshop pada 7 Agustus 2022 dapat menghubungi 0851-6291-8861 (Mega) atau 085157782079 (admin), atau mengunjungi website https://www.criticalthinkingchamp.com/

Workshop Critical Writing Sukses Digelar oleh Pemateri Wahyu Raharjo

Workshop pra-kompetisi kedua telah sukses digelar pada hari Minggu, 31 Juli 2022. Dalam Workshop yang berjudul “Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis melalui Critical Writing” itu, selain melatih kemampuan untuk berpikir kritis, para peserta juga diberi pelatihan menulis.

Adapun acara tersebut digelar secara online melalui platform Zoom Meeting, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam yang terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pertama workshop yang dibawakan oleh Wahyu Raharjo selaku penulis dan GM Publishing Kompas Gramedia.

Sesi kedua, peserta kompetisi diajak untuk mengerjakan soal-soal critical thinking dan membahas soal-soal tersebut bersama mentor-mentor program. Menulis kritis atau critical writing merupakan bagian dari proses berpikir kritis yang tidak bisa dipisahkan.

Dalam hal ini, menulis kritis perlu dilatih agar mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan bermanfaat dengan melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Sesi pertama dibuka dengan pemberian pertanyaan dari pemateri, Wahyu Raharjo agar peserta mampu belajar dan berlatih berpikir kritis yaitu dengan pertanyaan: “dari tulisan Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis melalui Critical Writing, manakah yang termasuk tujuan dan alat?”.

Kemudian, dilanjutkan dengan pernyataan bahwa berpikir kritis dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dari satu kalimat yang kita baca dalam buku ataupun sosial media yang bisa kita gunakan untuk mengasah kemampuan. Dan salah satu alat yang dipelajari dalam workshop kedua ini yaitu dengan critical writing.

Wahyu Raharjo juga menyampaikan bahwa menulis bukannya menjadi satu-satunya alat, melainkan menjadi salah satu alat untuk bisa berpikir kritis. Menulis juga merupakan media berinteraksi antara penulis dengan pembaca.

"Dengan menulis, ide atau gagasan dalam pikiran dapat tersalurkan dengan menyeluruh, karena kita bisa menanggapi sebuah persoalan fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan tulisan. Dalam menulis kritis pun ada aturannya, tidak asal mengkritik dan bukan juga sekedar memberi solusi, tetapi lebih kepada melihat atau meninjau fenomena dari berbagai sudut pandang. Itu yang dinamakan berpikir kritis," kata Wahyu dalam rilis yang diterima Tirto Jumat, (5/8/2022).


Baca juga artikel terkait WORKSHOP CRITICAL THINKING atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Bisnis)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight