Menuju konten utama

Penyebaran Konten Provokatif di Media Sosial Meningkat 40%

Konten provokasi itu tersebar di Instagram, Twitter, Youtube serta Whatsapp Group. Dedi menambahkan akun-akun itu menyebarkan narasi, foto, dan video yang mengajak masyarakat melakukan aksi atas respons dari hasil hitung cepat Pemilu 2019.

Penyebaran Konten Provokatif di Media Sosial Meningkat 40%
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ANTARA News/ Anita Permata Dewi

tirto.id - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan peningkatan jumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan konten provokatif.

Hasil tersebut berdasarkan patroli siber yang dilakukan sejak pukul 21.00 WIB kemarin hingga pagi ini.

"Memang ada peningkatan kalau biasanya dari hasil patroli siber itu 10-15 akun yang sebarkan konten provokatif, sampai pukul jam 08.00 hari ini ada peningkatan sekitar hampir 40 persen," ucap Karopenmas Mabes Polri Divisi Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (18/4/2019).

Konten provokasi itu tersebar di Instagram, Twitter, Youtube serta Whatsapp Group. Dedi menambahkan akun-akun itu menyebarkan narasi, foto, dan video yang mengajak masyarakat melakukan aksi atas respons dari hasil hitung cepat Pemilu 2019.

Selain mengidentifikasi dan memprofilkan akun tersebut, Direktorat Siber juga melakukan langkah preventif yakni bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Agar akun-akun itu di-take down,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan, langkah penegakan hukum seperti menangkap penyebar hoaks akan menjadi opsi terakhir dalam mitigasi akun penyebar konten provokasi.

Dedi mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan akun media sosial provokatif lantaran tidak semua informasi yang ditampilkan bisa dikonfirmasi kesalahannya.

"Kami minta masyarakat bijak dan tidak terprovokasi akun-akun itu," ucap dia.

Hasil quick count Pemilu 2019 hingga Rabu (17/4/2019) pukul 24.00 WIB tidak memiliki banyak perubahan.

Pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin terus memimpin di tiga lembaga survei, yaitu Poltracking Indonesia, Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dan Charta Politika Indonesia.

Jokowi-Ma’ruf diusung sembilan partai peserta Pemilu 2019 dan didukung dua partai baru. Berdasarkan peta dukungan, Jokowi-Ma'ruf diusung oleh gabungan parpol dengan total 338 kursi DPR.

Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diusung empat partai kontestan Pemilu 2019 dan satu partai baru sebagai pendukung. Gabungan parpol pengusung Prabowo-Sandi memiliki 222 kursi DPR.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Politik
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Nur Hidayah Perwitasari