Penyebab Skincare Tidak Memunculkan Hasil yang Efektif

Oleh: Ega Krisnawati - 8 Februari 2021
Dibaca Normal 4 menit
Penyebab skincare tidak memunculkan hasil yang efektif saat dipakai ke kulit.
tirto.id - Skincare yang paling sering direkomendasikan di internet, bukan berarti dapat bekerja dengan baik untuk semua jenis kulit.

Terdapat sejumlah alasan mengapa sebuah produk yang paling direkomendasikan tidak dapat bekerja dengan baik pada jenis kulit tertentu.

Tidak sedikit orang yang percaya bahwa semua produk skincare digunakan hanya sedikit saja pada setiap masalah kulit.

Menurut Healthline, penggunaan skincare harus digunakan sesuai dengan kebutuhan jenis kulit.

Misalnya, seseorang dengan jenis kulit berminyak tidak akan cocok dengan produk pelembap yang berlebihan.

Jika memiliki kulit berminyak, dan tetap ingin menggunakan produk pelembap lebih baik memperhatikan kuantitas penggunaan produk tersebut.

Tidak hanya itu, banyak juga orang yang percaya penggunaan toner adalah sebuah kewajiban.

Faktanya meski toner mampu menghilangkan kotoran dan minyak berlebih pada kulit, terlalu banyak produk justru dapat menyebabkan penumpukan atau kurangnya penyerapan pada kulit.

Sehingga, Anda perlu mempertimbangkan kembali apakah penggunaan toner betul-betul dibutuhkan sesuai dengan rutinitas yang dimiliki.

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa sebenarnya harga sebuah skincare tidak menjamin kualitas produk tersebut.

Maka solusinya, daripada Anda menghabiskan anggaran yang tinggi untuk skincare, lebih baik teliti dahulu bahan-bahan yang ada di dalamnya.

Berikutnya, jangan pernah menyentuh wajah dengan tangan. Pasalnya, tidak semua orang peduli dengan kebersihan kukunya.

Maka, sebelum menyentuh wajah dengan tangan, lebih baik potong kuku terlebih dahulu. Sehingga, wajah akan terlindungi dari berbagai macam bakteri.

Kemudian, tidak semua jenis skincare harus digunakan setiap hari. Anda perlu memperhatikan lagi kuantitas penggunaan skincare yang dianjurkan.

Perlu diketahui pula, bahwa efek dari sebuah sincare akan terlihat setelah 6 hingga 20 minggu.

Ulasan yang baik dari sebuah produk terlihat apabila seseorang menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah pemakaian produk, melampirkan masalah kulit, sekaligus jenis kulitnya.

Mitos lainnya mengatakan, seseorang tidak membutuhkan dokter kulit. Padahal, dokter kulit dapat memberikan referensi tentang masalah kulit yang dialami.

Sehingga, Anda tidak perlu mendiagnosis masalah kulit hanya dari referensi internet.

Jika memiliki masalah keuangan untuk mengunjungi dokter kulit, berkonsulitasi melalui aplikasi dapat menjadi salah satu solusinya.


Tanda Skincare Tidak Memunculkan Hasil yang Efektif


Produk Skincare
Produk Skincare Brand Lokal Man Made. FOTO/Doc.Rilis


Butuh banyak percobaan dan beberapa kali mengalami kesalahan, jika seseorang ingin memperoleh skincare yang tepat untuk kulitnya.

Maka, penting untuk mengidentifikasikan tanda-tanda bahwa suatu produk tidak memunculkan hasil yang efektif. Lantas, apa saja tanda-tandanya?

1. Saat menggunakan produk untuk pertama kalinya, kulit terasa terbakar atau perih.

Produk yang dimaksud di sini mencakup, pembersih, losion, hingga masker. Dilansir dari The Healthy, tidak ada skincare yang ditujukan agar kulit memperoleh efek terbakar atau bahkan perih.

Menurut S. Manjula Jegasothy, dokter kulit dan pendiri Miami Skin Institute, apabila seseorang merasakan hal itu, jelas merupakan tanda alergi.

Reaksi ini adalah mekanisme pertahanan kulit untuk melindungi diri dari bahan yang mampu merusak kulit.

Alan J. Parks, dokter kulit bersertifikat dan pendiri DermWarehouse menambahkan, beberapa enzim dan masker yang memiliki bahan asam mampu menyebabkan sedikit perih pada kulit kurang lebih satu menit.

2. Setelah penggunaan produk dengan waktu yang lama, kulit akan memunculkan rasa terbakar atau perih.

Seseorang dengan kulit sensitif, perlu memilih dengan cermat produk yang dirancang untuk jenis kulit tersebut.

Berbeda dengan produk skincare yang digunakan pertama kali, produk ini akan memunculkan efek terbakar atau perih pada kulit sensitif.

3. Kulit akan mengalami kekeringan, hingga pengelupasan yang berlebihan.

Apabila Anda mengamati gejala kulit kering, hingga pengelupasan yang berlebihan di sekitar hidung dan mulut, kemungkinan itu disebabkan oleh produk jerawat, seperti retinoid atau benzoyl peroxide.

Menurut Tsippora Shainhouse, ahli kulit bersertifikat di Beverly Hills, California, dan instruktur klinis di University of Southern California, retinol topikal bermanfaat untuk membantu agar kulit tidak terkelupas, serta mengatur peremajaan sel kulit yang mendorong pertumbuhan kolagen baru.

Rekomendasi lainnya, apabila mengalami penuaan kulit maka Anda perlu memakai skincare dengan kandungan retinoid hanya satu hingga dua kali seminggu. Kemudian, lapisi dengan pelembab kulit yang lembut.

4. Terdapat ruam atau lecet pada kulit.

Skincare yang cocok digunakan oleh seorang yang terkenal di internet, bukan berarti cocok digunakan pada kulit Anda. Sehingga, yang terjadi malah ada ruam atau lecet di kulit.

Kemungkinan besar, produk itu mengandung bahan nonaktif yang berpotensi menyebabkan iritasi atau alergi. Pada kondisi seperti ini, Anda perlu mendapat rekomendasi lainnya dari dokter kulit.

Sehingga, Anda dapat menghindari kandungan skincare tertentu.

5. Terdapat bercak gelap pada kulit.

Bercak pada kulit seringkali disebabkan dari produk pencerah kulit atau krim pemutih kulit, seperti asam kojic, arbutin, dan hidrokuinon.

Jika kulit Anda mengalami bercak gelap, lebih baik hentikan semua perawatan kulit tersebut hingga warna kulit seimbang dengan sendirinya. Gunakan minimal SPF 30 setiap hari, baik hujan ataupun cerah.

6. Terdapat iritasi pada kulit setelah menggunakan perawatan jerawat.

Pastikan produk yang Anda gunakan bahan-bahanya tidak mengandung mentega kakao, atau bahan penyumbat pori lainnya. Apabila kondisinya parah, maka temui dokter kulit.

7. Kulit berminyak berlebihan.

Menurut Eric Schweiger, dokter kulit, pendiri Schweiger Dermatology Group, apabila seseorang menggunakan produk yang keras dan tidak cukup untuk melembabkan, maka kulit akan menghasilkan lebih banyak minyak.

Solusinya adalah dengan mencari pelembab atau serum yang mengandung asam hialuronat, dan gunakan pembersih yang lembut, daripada minyak untuk melembabkan kulit.

8. Terdapat rasa gatal di seluruh tubuh.

Apabila hal ini terjadi, kemungkinan disebabkan oleh adanya reaksi alergi dari skincare yang digunakan.

Solusinya adalah, menghentikan semua skincare dan perlahan mengaplikasikan produk skincare yang tepat agar kulit sehat seperti semula.

Seseorang memerlukan waktu dua hingga tiga minggu agar alergi kulit benar-benar menghilang. Setelah itu, Anda dapat memutuskan untuk memakai skincare yang lebih cocok.


Penyebab Skincare Tidak Memunculkan Hasil yang Efektif


Ilustrasi Skincare Fasting
Ilustrasi Skincare Fasting. foto/Istockphoto


1. Skincare telah kedaluwarsa

Tidak hanya makanan atau minuman, skincare juga bisa kedaluwarsa. Sehingga, seseorang perlu memeriksa label kedaluwarsa produk skincare terlebih dahulu sebelum memakainya.

2. Metode produk penyimpanan skincare yang salah

Dikutip dari Huffpost, cara terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal dari sebuah skincare adalah dengan menyimpannya jauh dari sinar matahari langsung, bahkan mendinginkannya.

Skincare yang dingin mampu memberikan manfaat tambahan, seperti membuat kulit lebih tenang.

3. Kulit memerlukan waktu untuk adaptasi

Terkadang apabila tahapan penggunaan skincare Anda diubah, hal ini mampu memperpanjang durasi produk untuk memberikan efek positif bagi kulit.

4. Perhatikan perubahan cuaca

Cuaca yang dingin mampu menyebabkan kulit menjadi merah, kering, dan iritasi, sementara cuaca yang panas dan lembap dapat menyebabkan kulit berminyak.

5. Perubahan hormon dalam tubuh

Perubahan hormonal juga dapat memengaruhi kulit, bahkan saat Anda tidak sedang menstruasi.

Perubahan hormonal lainnya, seperti kehamilan, menopause, atau ketidakseimbangan hormon mampu memengaruhi rejimen perawatan kulit Anda.

Sehingga, penting untuk mengubah cara hidup agar dapat bisa beradaptasi dengan perubahan ini.

6.Obat menyebabkan masalah kulit

Obat-obatan tertentu, dapat menyebabkan iritasi pada kulit Anda, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

Obat-obatan tertentu dapat merangsang produksi minyak dan jerawat, sementara yang lain dapat menyebabkan ruam dan kulit yang merah, kering, dan iritasi.

7. Skincare tidak dipakai pada waktu yang tepat

Produk seperti retinol, adalah produk yang harus diterapkan sebelum waktu tidur dan bukan pemakaian sehari-hari. Apabila retinol dipakai saat beraktivitas, maka akan dinonaktifkan oleh matahari.

Sama halnya dengan tabir surya. Untuk mendapatkan perlindungan penuh, Anda perlu memakai lebih banyak tabir surya daripada yang Anda kira perlu.

8. Penggunaan skincare tidak konsisten

Konsistensi adalah kunci agar skincare dapat bekerja dengan efektif. Penggunaan skincare yang konsisten adalah ketika seseorang betul-betul memahami saran yang dianjurkan pada produk.

9. Anda belum cukup mengeksofoliasi

Eksofoliasi wajah adalah ketika seseorang berupaya agar sel kulit mati terkelupas dari wajahnya.

Hal ini merupakan salah satu perawatan wajah yang dilakukan agar dapat mengatasi masalah seperti sel kulit mati yang membuat kulit tampak kusam.

Salah satu satu cara yang paling mudah untuk melakukan eksofoliasi wajah adalah dengan menggunakan scrub.

10. Kondisi kulit berubah

Meskipun jenis kulit Anda terlihat tidak pernah berubah, ahli kulit kosmetik Michele Green mengatakan bahwa kemungkinan besar kulit Anda dapat melalui siklus yang berbeda.

Sering merotasi produk pada waktu tertentu, maka kulit akan melalui siklus yang berbeda seperti dehidrasi, kusam, berminyak atau kering.

Faktor lainnya yang memengaruhi termasuk perubahan iklim.


Baca juga artikel terkait TIPS SKINCARE atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Dhita Koesno
DarkLight