Penyebab RIP JK Rowling Jadi Trending: Bukunya Dinilai Transphobic

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 15 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
RIP JK Rowling jadi trending di Twitter karena bukunya yang dinilai transphobia.
tirto.id - RIP JK Rowling jadi trending di Twitter Indonesia pada Selasa (15/9/2020) pagi. Hingga pukul 08.40 WIB, terdapat 98 ribu twit dengan tanda pagar #RIPJKRowling.

Namun, tanda pagar ini digunakan bukan merujuk pada fakta JK Rowling meninggal dunia, tetapi bentuk kritik masyarakat terhadap penulis buku Harry Potter itu.

JK Rowling dikritik karena merilis buku fiksi baru tentang seorang pria pembunuh berantai yang menyamar sebagai wanita.

Buku kontroversial tersebut berjudul Troubled Blood, ditulis dengan nama pena Robert Galbraith dan menjadi bagian dari seri detektif "Cormoran Strike" milik Rowling.

Menurut kritikus Jake Ridge, seperti dikutip The LA Times, moral cerita dari buku terbaru Rowling seolah-olah menyatakan "jangan pernah mempercayai seorang pria yang berpakaian seperti wanita,” tulis Kerridge dalam ulasannya.

Ulasan yang dimuat Telegraph tersebut menyebabkan #RIPJKRowling menjadi tren di Twitter. Warganet menyatakan, Rowling membunuh kariernya sendiri dengan pandangannya.

Beberapa warganet menggunakan hashtag #RIPJKRowling untuk merekomendasikan karya penulis trans; yang lain menggunakannya untuk membela kebebasan Rowling untuk mempertahankan pandangan ini.

Buku tersebut tampaknya bersandar pada stereotip yang menggambarkan orang transgender sebagai penjahat, padahal penelitian menunjukkan, orang transgender menghadapi tingkat pelecehan dan kekerasan yang tinggi.

Awal bulan ini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengampuni seorang Marinir AS yang pada 2015 dihukum karena membunuh seorang wanita transgender karena identitas gendernya.

Kritikus juga mencatat, Troubled Blood bukanlah buku pertama dalam seri detektif Rowling yang memiliki elemen transphobic. Dia sebelumnya pernah ddikritik atas penggambarannya terhadap transpuan dalam novel The Silkworm.

Bukan hanya sekali ini saja Rowling dihujat karena membuat komentar anti-transgender di Twitter. Pada bulan Juni, dia tersinggung dengan artikel opini yang menggunakan frasa inklusif "orang yang menstruasi" daripada "wanita".

Tak lama setelah reaksi terhadap komentar tersebut, Rowling menerbitkan esai panjang di situs pribadinya yang mengungkapkan sejumlah klaim yang tidak akurat tentang komunitas transgender karena dia "mengkhawatirkan aktivisme trans baru".

Kekhawatirannya bermuara pada rasa aman perempuan cisgender di kamar mandi. Namun, tidak ada bukti transgender yang menggunakan toilet sesuai dengan identitas gender mereka membahayakan orang lain.

Studi sebaliknya menunjukkan, transgender sering melaporkan mengalami pelecehan, penyerangan dan penolakan akses ketika mencoba menggunakan toilet umum.

Sejumlah aktor "Harry Potter" telah berbicara untuk mendukung komunitas trans tahun ini sebagai tanggapan atas komentar Rowling.

Dilansir The Hill, Rowling (55) dituduh membuat komentar transphobic pada kesempatan lain. Pada bulan Desember, dia menghadapi reaksi keras setelah mempromosikan seorang peneliti yang dipecat karena apa yang disebut hakim sebagai pandangan "absolut" tentang transgender dan gender.

Pada bulan Juni, dia menulis esai untuk membela diri sambil mengatakan dia adalah korban pelecehan seksual sebagai seorang wanita muda.

“Saya prihatin dengan ledakan besar wanita muda yang ingin bertransisi dan juga tentang meningkatnya jumlah yang tampaknya mengurangi transisi (kembali ke jenis kelamin aslinya), karena mereka menyesal mengambil langkah-langkah yang, dalam beberapa kasus, mengubah tubuh mereka tanpa dapat ditarik kembali dan menghilangkan kesuburan mereka," tulisnya, seperti dikutip The Hill.

Banyak pula warganet di Twitter yang membela Rowling dan atas kebebasan berbicara dan mengekspresikan pendapat.

Apa itu Transphobic atau Transphobia?


Dikutip dari Pennsylvania Edu, transphobia diartikan sebagai ketakutan dan / atau kebencian terhadap transgender, dan merupakan masalah serius yang mempengaruhi banyak orang.

Orang transgender sering kali terpinggirkan dan diabaikan baik dalam komunitas gay maupun komunitas heteroseksual. Ketidaktahuan dan kebencian membuat banyak orang transgender tidak berbicara atau mengidentifikasi diri mereka sendiri, sehingga semakin meminggirkan mereka.

Seperti orang gay dan lesbian, banyak orang transgender tidak dapat terlihat dan berbaur dengan komunitas lokal. Padahal, setidaknya ada segelintir orang transgender di setiap komunitas dan institusi.


Baca juga artikel terkait JK ROWLING atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight