Conte berharap akan diberikan kesempatan untuk membentuk koalisi baru dan membangun kembali mayoritas parlemennya.

Conte kehilangan mayoritas mutlaknya di Senat majelis rendah pekan lalu ketika salah satu mitra junior, partai Viva Italia yang diketuai oleh mantan perdana menteri Matteo Renzi, mundur terkait penanganan pemerintah terhadap krisis COVID-19 dan resesi ekonomi.

Sebagaimana dikutip Reuters dan dilansir Antara, krisis politik yang kian mendalam berlangsung dengan dilatarbelakangi pandemi COVID-19, telah menelan lebih dari 86.000 warga Italia. Jumlah itu merupakan angka kematian tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris dan tertinggi keenam di dunia.


Upaya merangkul senator sentris dan independen ke koalisi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Renzi sedikit membuahkan hasil, membuat Conte tidak mempunyai pilihan selain mundur dan membuka krisis pemerintahan resmi yang akan memberinya lebih banyak waktu untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Beberapa jam setelah pengunduran diri, Conte membuat permohonan baru untuk menarik dukungan, mengunggah di Facebook bahwa dirinya ingin membangun pemerintahan "penyelamat nasional" dengan mayoritas yang lebih luas dan lebih aman.

"Inilah waktunya untuk suara-suara bermunculan di parlemen dari mereka yang di hatinya memiliki masa depan republik," tuturnya.

Presiden Sergio Mattarella memberi Conte waktu dengan menunda konsultasi resmi dengan partai-partai utama hingga Kamis dan Jumat, setelah itu ia akan memutuskan jalan keluar yang terbaik dari kekisruhan politik.

Jika, menurut presiden, Conte mampu mengamankan dukungan yang dibutuhkan untuk pemerintahan baru, presiden kemungkinan akan memberi Conte beberapa hari lagi untuk mencoba menyelesaikan sebuah kesepakatan dan menyusun kabinet baru.

Hingga kini partai koalisi utama, yakni anti kemapanan Gerakan Bintang Lima dan Partai Demokrat (PD) sayap kiri, mendukung upaya Conte agar tetap berkuasa.

"Conte merupakan elemen penting dan kami perlu memperluas dan juga meluncurkan kembali aksi pemerintah," kata Wakil Ketua PD, Debora Serracchiani kepada lembaga penyiar RAI.

Siapa Giuseppe Conte?

Giuseppe Conte adalah seorang profesor, ahli hukum, pengacara, dan politikus di universitas Italia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Italia sejak 1 Juni 2018.

Ia menjalani pendidikan di Universitas Sapienza Roma, dan selama karier akademiknya, ia pernah mengajar di Universitas Roma Tre, LUMSA, Universitas Malta, dan Universitas Sassari

Conte menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai profesor hukum dan juga menjadi anggota Biro Administrasi Peradilan Italia dari 2013 hingga 2018.

Setelah pemilihan umum 2018, ia diusulkan sebagai pemimpin independen pemerintahan koalisi antara Five Star Movement (M5S) dan the League, meskipun sebelumnya tidak memegang posisi politik apa pun.

Ia dilantik sebagai Perdana Menteri pada 1 Juni 2018 oleh Presiden Sergio Mattarella.