Menuju konten utama

Penyebab Masker Buff dan Scuba Tak Boleh Digunakan di KRL

Larangan penggunaan masker jenis buff dan scuba ini karena tingkat efektivitas masker tersebut rendah.

Penyebab Masker Buff dan Scuba Tak Boleh Digunakan di KRL
Jenis Jenis Masker Commuter Line. instagram/commuterline

tirto.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KCL) melalui laman resmi Instagram mengumumkan agar masyarakat yang menggunakan layanan KRL untuk menghindari penggunaan masker jenis scuba atau buff.

Larangan penggunaan masker jenis buff dan scuba ini karena tingkat efektivitas masker tersebut rendah.

"Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5 persen efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri," dikutip dari akun Intagram resmi @commuterline, Selasa (15/9/2020).

Dalam postingan tersebut PT KCI juga memberikan informasi terkait jenis dan efektivitas masker.

- Masker N95

Masker ini memiliki efektivitas 95 hingga 100 persen.

- Masker bedah

Masker ini memiliki efektivitas 80 hingga 95 persen.

- Masker FFP1

Masker jenis ini memiliki efektivitas 80 hingga 95 persen.

- Masker bahan 3 lapis

Masker ini memiliki efektivitas 50 hingga 70 persen.

- Masker scuba/buff

Jenis masker ini memiliki efektivitas 0 hingga 5 persen.

Jenis masker yang direkomendasikan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan semua orang yang berusia di atas 2 tahun agar selalu mengenakan masker saat berada di tempat umum, terutama ketika aturan jarak sosial sulit dilakukan.

COVID-19 juga dapat disebarkan oleh orang yang tidak memiliki gejala dan tidak tahu bahwa mereka terinfeksi.

Itulah mengapa penting bagi semua orang untuk mengenakan masker kain saat berada di area publik dan berlatih menjaga jarak sosial (setidaknya 6 kaki dari orang lain).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masker non-medis (juga dikenal sebagai masker kain, masker buatan sendiri, atau masker DIY) dapat bertindak sebagai penghalang untuk mencegah penyebaran virus dari pemakai ke orang lain.

Namun, jika menggunakan masker non-medis jenis yang direkomendasikan oleh WHO adalah masker yang memiliki tiga lapisan.

Tiga lapisan masker tersebut terdiri dari lapisan dalam yang dapat menyerap, lapisan bagian tengah yang dapat menyaring, serta lapisan bagian luar yang sebaiknya berbahan poliester.

Masker tersebut dapat dibeli secara komersial atau buatan tangan, dan umumnya tidak standar seperti masker medis.

Selain itu penggunaan masker juga harus dilakukan dengan benar, yaitu harus menutupi hidung, mulut, dan dagu.

Namun, menggunakan masker kain saja tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang memadai, pencegahan lainnya adalah melakukan jarak fisik minimal 1 meter dari yang lain, sering membersihkan tangan dan selalu menghindari menyentuh wajah dan masker.

Baca juga artikel terkait MASKER BUFF atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH