Penyebab Bernie Sanders Viral Jadi Meme, saat Pelantikan Joe Biden

Oleh: Yulaika Ramadhani - 22 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Di tengah setelan gelap mewah & mantel cerah menghiasi tangga Capitol, Sanders difoto duduk bersila dengan mantel tebal dan sarung tangan
tirto.id - Sosok Bernie Sanders tengah ramai dibicarakan, lantaran kostum yang ia pakai saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dan Kamala Harris, pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat.

Senator Vermont Amerika Serikat ini datang di pelantikan Presiden AS dengan parka atau jaket tebal musim dingin lengkap dengan sarung tangan.

Terkait penampilannya ini, NY Times menulis, berkat pilihan pakaian praktisnya tersebut, Sanders sekarang menjadi pusat perhatian publik dengan banyaknya gambar-gambar yang telah diedit sedemikian rupa (meme) yang mendominasi jagad internet, pada jam-jam setelah pelantikan Biden.

Di tengah setelan gelap mewah dan mantel cerah menghiasi tangga Capitol, Sanders difoto duduk di kursi sendirian, bersila dengan mantel tebal dan sarung tangan, melawan cuaca dingin di Washington, DC.

Segera setelah itu, foto diambil oleh fotografer Brendan Smialowski dan mulai beredar di media sosial, yang kemudian diedit menjadi meme oleh berbagai pihak.

Beberapa meme Bernie Sanders itu di antaranya adalah fotonya yang diedit dan ditempelkan pada adegan film Harry Potter, duduk bersama tokoh Thanos, bersebelahan dengan Tom Hanks sampai dengan fotonya yang diedit dan ditempelkan bersama tokoh superhero lainnya.

"Bernie Sanders tetap menjadi bintang meme terbesar hari itu, dengan tidak melakukan apa-apa selain duduk dan menyilangkan lengannya," tulis Mike Ives di NY Times.

Siapa Bernie Sanders?

Bernard "Bernie" Sanders lahir pada tanggal 8 September 1941, pria yang lahir di tengah keluarga yang berprofesi sebagai seorang buruh ini adalah seorang politisi Amerika. Bernie Sanders adalah Senator dari Vermont Amerika Serikat sejak tahun 2007.

Sanders merupakan seorang senator terlama yang dipilih melalui jalur independen dalam sejarah kongres AS. Ia adalah calon presiden Amerika Serikat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016.

Latar belakang pendidikannya ia tuntaskan dari Madison High School, kemudiah ia sempat kuliah setahun di Brooklyn College kemudian ia pindah dan menyelesaikan studinya di University of Chicago pada tahun 1964.

Semasa menjadi mahasiswa ia adalah seorang pembela hak-hak sipil. Di usianya yang tergolong muda, Sanders telah melahap habis beberapa karya-karya Marx dan Sigmund Freud.

Ia juga pernah menjadi walikota Burlington yang dipilih lewat jalur independen pada tahun 1981, di mana ia pun terpilih kembali selama tiga kali. Pada tahun 1990 ia terpilih untuk mewakili

Ia pernah menjabat sebagai anggota kongres selama 16 tahun sebelum terpilih menjadi anggota Senat AS pada tahun 2006. Pada tahun 2012, ia terpilih kembali dengan mendapatkan perolehan suara sebesar 71 % dan menjadikannya dijuluki sebagai senator paling populer.

Sanders berhasil membangun reputasinya dengan mengumpulkan suara-suara progresif terkemuka seperti isu-isu reformasi kampanye keuangan, kesejahteraan korporasi , pemanasan global, ketimpangan pendapatan, hak LGBT, cuti orangtua, dan kesehatan universal.

Sanders pun juga pernah mengecam kebijakan luar negeri AS dengan menentang terkait Perang Irak, Perang Teluk Pertama, dan dukungan AS untuk Contras di Nikaragua.

Ia juga blak-blakan tentang kebebasan sipil dan hak-hak sipil, terutama ia pernah mengkritik diskriminasi rasial dalam sistem peradilan pidana serta advokasi untuk hak-hak privasi terhadap kebijakan pengawasan massa seperti PATRIOT Act Amerika Serikat dan program pengawasan NSA.

Pada tanggal 30 April 2015 Sanders mengumumkan kampanyenya untuk ikut serta dalam kompetisi perebutan kursi presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Ia menjadi Yahudi Amerika pertama yang memenangkan kontes utama Presiden, dimana ia mengalahkan Hillary Clinton di New Hampshire pada tanggal 9 Februari 2016.


Baca juga artikel terkait BERNIE SANDERS atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Politik)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight